Breaking News:

Kriminalitas

Belum ada Indikasi Keterlibatan Pengelola Apartemen dalam Kasus Pesta Seks Gay di Kuningan Suites

Polisi menggerebek salah satu ruangan di apartemen itu dan mendapati 56 pria penyuka sesama jenis sedang berpesta seks

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Rekonstruksi kasus pesta seks gay yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/9). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan sampai saat ini, penyidk belum menemukan indikasi keterlibatan pihak pengelola atau karyawan Apartemen Kuningan Suites, Jakarta Selatan, dalam kasus penyelenggaraan pesta seks sesama jenis yang digelar di salah satu kamar apartemen itu, Jumat (28/8/2020) malam lalu.

Dimana akhirnya pada Sabtu (29/8/2020) dinihari pukul 00.30, polisi menggerebek salah satu ruangan di apartemen itu dan mendapati 56 pria penyuka sesama jenis sedang berpesta seks di sana.

Ke 56 pria itu kemudian sempat diamankan ke Mapolda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hasilnya dari 56 orang, 9 orang diantaranya merupakan penyelenggara pesta seks itu dan ditetapkan tersangka, sehingga dilakukan penahanan.

Kalapas Tangerang Bantah Ada Keterlibatan Sipir dalam Pelarian Napi Terpidana Mati Asal Cina

Satpol PP DKI Jakarta: Masih Banyak Warga Ibu Kota Pakai Masker Digantung di Leher dan Dagu

Sementara 47 pria lainnya diketahui hanya sebagai peserta pesta seks, sehingga hanya ditetapkan saksi dan tidak ditahan.

"Sampai kini jumlah tersangkanya tetap 9 orang, dan belum ada indikasi keterlibatan pengelola apartemen," kata Yusri, Jumat (18/9/2020).

Menurut Yusri, proses pemberkasan kasus ini masih berjalan dan nyaris rampung. "Pemberkasan masih jalan terus, dan semoga dalam waktu dekat dilakukan pelimpahan tahap pertama," katanya.

Sebelumnya Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak mengatakan bahwa ke 9 tersangka yang merupakan panitia penyelenggara pesta seks itu sudah 6 kali melakukan hal serupa sejak 2018.

"Mereka ini satu komunitas, penyuka sesama jenis dengan nama Hot Space Indonesia. Sejak 2018 mereka membentuk komunitasnya, dengan membuat grup WhatsApp dan akun kelompok di media sosial Instagram, untuk saling berkomunikasi," kata Calvijn.

Di grup WhatsApp kata Calvijn terdata ada sekitar 150 anggota komunitas mereka, sementara di akun Instagram sebanyak 80 orang.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved