Virus Corona
Lanjutkan Instruksi Ridwan Kamil, Pemkot Depok Optimalkan Pembatasan Sosial Berbasis RW
Lanjutkan Instruksi Ridwan Kamil, Pemkot Depok Optimalkan Pembatasan Sosial Berbasis RW. Simak selengkapnya di dalam berita ini.
Penulis: Vini Rizki Amelia |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) berbasis RW.
Hal itu dilakukan menyusul instruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) yang menetapkan wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi untuk melakukan pembatasan sosial berksala mikro (PSBM).
Namun, Dadang mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sendiri sudah sejak lama menerapkan PSBM yang diistilahkan dengan PSKS sebagai langkah menekan laju penyebaran Covid-19.
• Kepala BNPB Imbau Pemain Dengan Penyakit Bawaan Tidak Boleh Ikut di Liga 1 dan IBL
Dengan instruksi RK ini, Dadang mengatakan pihaknya hanya tinggal melanjutkan program-program PSKS berbasis RW yang setiap 14 harinya dilakukan evaluasi.
"Setiap minggu juga kita pantau, jadi, kegiatan-kegiatan yang dilakukan di RW PSKS hanya untuk kita lakukan ketika yang positif melakukan isolasi mandiri dan juga mengarahkan untuk bisa masuk rumah sakit," papar Dadang kepada wartawan di Jalan Margonda Raya, Beji, Depok, Kamis (17/9/2020).
Dadang pun mengaku, PSKS berbasis RW ini dilakukan monitor secara intensif dan juga penerapan protokol-protokol kesehatan dilakukan secara ketat.
Misalnya, kata Dadang, terkait dengan pengawasan terhadap warga yang keluar masuk wilayah dari RW tersebut.
• Suzuki Pastikan Edisi Terbatas untuk Indonesia Hadir di Ajang Indonesia Modification Expo 2020
Sukses tidaknya program PSKS berbasis RW ini dikatakan Dadang tidak hanya berpaku pada Pemkot Depok, melainkan juga kesadaran dan peran serta masyarakat.
"Makanya, harus ada kolaborasi antara program yang digulirkan oleh pemerintah, gugus tugas, TNI-Polri dan lain-lain dengan partisipasi warga juga," tutur Dadang.
Sebagai contoh, Dadang mengatakan penggunaan masker menjadi kebutuhan yang wajib bagi masyarakat.
Masyarakat juga diajak untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat karena kata Dadang, hal itu dapat mencegah seseorang tertular Covid-19.
• Puluhan Petugas Semprot Disinfektan di Blok G Balai Kota Demi Musnahkan Covid-19
"Kita tidak tahu saat ini yang terpapar dan tidak terpapar itu seperti apa kalau tidak di Swab, karena sekarang ini banyak yang terinfeksi tapi tanpa gejala," akunya.
Terkait masker jenis scuba yang kini menjadi sorotan lantaran memiliki tingkat terendah dalam mencegah penularan, Dadang mengatakan dirinya tak bisa menjelaskan hal tersebut.
"Saya belum tahu ya secara persis karena itu ahli epidemiologi itu yang harus memaparkan," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gubernur-jawa-barat-ridwan-kamil160920201.jpg)