Breaking News:

Berita Nasional

Ide Super Holding BUMN Digulirkan Sejak Menteri Rini Soemarno, Kementerian BUMN: Jangan Buru-buru

Kementerian BUMN sedang fokus memperbaiki rantai pasok di Indonesia melalui klasterisasi dan sub-holding sebelum memikirkan ide super holding.

Penulis: Hertanto Soebijoto | Editor: Hertanto Soebijoto
Kementerian BUMN
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau proses instalasi girder di Cikarang Barat, Senin (30/9/2019). Menteri BUMN Rini Soemarno di era pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla pernah mengusulkan ide super holding BUMN. 

Menurut Jokowi, kebijakan membentuk holding BUMN akan membuat badan usaha milik negara bisa berkembang dan berani "keluar kandang", bahkan akan ada "super holding".

Jokowi dalam debat kelima Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang digelar di Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam, mengatakan, pemerintah akan terus membentuk induk-induk perusahaan BUMN di berbagai bidang, mulai dari migas, tambang, konstruksi, hingga perdagangan dan sektor lainnya.

"Holding-holding itu di atasnya akan ada super holding. Oleh sebab itu, BUMN kita ke depan harus berani 'keluar kandang', menjadi pionir membuka pasar, jejaring, sehingga swasta bisa mengikuti mereka," katanya.

Menurut Jokowi, dengan membentuk induk perusahaan, BUMN akan lebih mudah mencari modal sehingga bisa menggarap proyek-proyek besar, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

Ia menyebut, saat ini sejumlah BUMN konstruksi telah mulai menggarap proyek pembangunan di Timur Tengah.

Salah satu BUMN yakni PT INKA, bahkan telah mengekspor kereta api ke Bangladesh dengan jumlah yang tidak sedikit.

"Kalau semua dilakukan, ekonomi kita menjadi besar dengan semua yang kita lakukan itu, di mana swasta ikut di belakangnya, ini namanya Indonesia Corporation. Semua ketarik, ekonomi kita menjadi besar," kata Jokowi. (Antaranews)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved