Breaking News:

Berita Nasional

Ide Super Holding BUMN Digulirkan Sejak Menteri Rini Soemarno, Kementerian BUMN: Jangan Buru-buru

Kementerian BUMN sedang fokus memperbaiki rantai pasok di Indonesia melalui klasterisasi dan sub-holding sebelum memikirkan ide super holding.

Kementerian BUMN
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau proses instalasi girder di Cikarang Barat, Senin (30/9/2019). Menteri BUMN Rini Soemarno di era pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla pernah mengusulkan ide super holding BUMN. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ternyata ide super holding Badan Usaha Milik Negara sudah dilontarkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di era pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Namun, rencana pemerintah itu mentok di DPR dengan berbagai argumentasi yang disampaikan saat itu.

Kemudian, saat mencalonkan lagi di periode kedua, Jokowi kembali mengangkat isu super holding BUMN itu saat mengikuti debat capres.

Kemarin, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menggulirkan wacana super holding BUMN itu ke publik.

Menanggapai ide super holding tersebut, Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan bahwa Kementerian BUMN sedang fokus memperbaiki supply chain atau rantai pasok di Indonesia melalui klasterisasi dan sub-holding sebelum memikirkan ide super holding BUMN.

Ahok Gencar Kritisi Tajam Kondisi Pertamina, Begini Kata Pengamat

Ahok: Gaji di Pertamina Tidak Masuk Akal, Usul Bubarkan Saja Kementerian BUMN

"Kita jangan buru-buru mau super holding, itu ide besar memang. Tapi kita lihat dulu apakah ini efektif nggak, sekarang ini kan masih sendiri-sendiri. Jadi masih jauh pemikiran mengenai super holding," ujar Arya Sinulingga menanggapi komentar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal super holding, di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Menurut Arya, hal yang penting bagi BUMN saat ini adalah memperbaiki rantai pasok dengan membentuk klaster dan subholding BUMN.

"Artinya suplai chain yang ada itu in line, makanya kita bentuk namanya klaster-klaster, ada juga subholding," katanya.

Saat ini, lanjut Arya, rantai pasok antara BUMN belum jalan dengan baik. "Bagaimana kita mau buat super holding kalau belum jalan dengan baik," ucapnya.

Ahok Usul Dibubarkan Saja, Ini Respon Kementerian BUMN soal Pertamina

Arya menyebutkan, klaster pertanian untuk membangun rantai pasok dari hulu ke hilir antara BUMN satu dengan lainnya.

Halaman
1234
Penulis: Hertanto Soebijoto
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved