Breaking News:

Biar Jera, Warga Tak Pakai Masker Dinasehati Seorang Ustaz Selama 5 Menit di Dalam Mobil Jenazah

Mansur selaku Lurah Mekarbakti, Kecamatan Panongan menambahkan, operasi yustisi ini untuk menyasar masyarakat yang membandel.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Dedy
Warta Kota
Tertangkap basah tidak mengenakan masker dan berkerumun, lebih dari 20 orang warga di Jalan Raya Bolevard Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang dijatuhi sanksi hukuman masuk dalam mobil jenazah. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Lebih dari 20 orang dijatuhi sanksi hukuman masuk dalam mobil jenazah di Jalan Raya Bolevard Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tanger­ang, Kamis (17/9/2020).

Mereka dihukum oleh Tim Gabungan 3 Pilar terdiri dari Pemkab Tangerang, Polri, dan TNI karena tidak menggunakan masker, tidak membawa KTP dan melakukan kerumunan.

Camat Panongan, Rudi Lesmana, menjelaskan, pihaknya memberikan efek jera terhadap masyarakat yang tidak memakai masker.

Yakni dengan memasukkan mereka ke dalam mobil jenazah sehingga untuk memberikan efek jera.

“Untuk memberikan efek jera kami masukan mereka yang tidak memakai masker ke mobil jenazah dan di dalam sana diberikan nasehat dari seorang Kyai atau Ustadz kurang lebih selama 2 sampai 5 menit,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, pihaknya melakukan operasi yustisi di tiga titik. Mulai dari Pos 1 berada di daerah Cikupa, Pos 2 warga yang akan masuk ke Panongan melewati Curug, dan Pos 3 wilayah yang akan masuk di Panongan, Curug dan Cikupa.

“Kami harapkan dengan hukuman ini bisa memberikan efek jera terhadap masyarakat yang membandel dan nantinya mereka bisa terus mematuhi anjuran memakai masker,” ucapnya.

Sementara itu Mansur selaku Lurah Mekarbakti, Kecamatan Panongan menambahkan, operasi yustisi ini untuk menyasar masyarakat yang membandel.

Terutama tidak memakai masker apabila keluar rumah dan itu akan diberikan sanksi sosial berupa membaca Pancasila, push up ataupun masuk ke dalam mobil jenazah yang telah disiapkan oleh petugas.

“Masyarakat dihukum dengan tiga pilihan apabila mereka tidak memakai masker namun masih membawa KTP mereka berhak memilih hukuman seperti push-up atau membaca Pancasila. Tetapi apabila mereka tidak memakai masker dan tidak membawa KTP maka mereka akan dimasukkan ke dalam mobil jenazah,” katanya.

Sosialisasi 3M

Sementara itu aparat di wilayah Kecamatan Larangan gencar mensosialisasikan gerakan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) serta gerakan Memakan Makanan Bergizi dan Menghindari Rokok (2 M), di Kawasan Pasar Kreo dan Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Tak tanggung-tanggung, sosok pocong-pocongan pun dijadikan ikon sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini.

Sekretaris Kecamatan Larang­an, Hendri, sosialisasi 3M dan 2 M terus dilakukan kepada masyarakat agar kepatuhan pada protokol kesehatan Covid-19 dapat selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved