Breaking News:

Virus Corona

WHO: Jangan Berharap Kehidupan Normal Pulih Cepat, Paling Tidak Sampai 2022 Masih Gunakan Masker

Semua vaksin yang baru harus menjalani pengawasan dalam penggunaannya paling sedikit selama 12 bulan

Dok. Polres Metro Jakarta Utara
Ilustrasi - wajib pakai masker. Foto anggota Polres Metro Jakarta Utara yang kedapatan tidak memakai masker dikenakan hukuman push up. 

Wartakotalive.com - Jangan berharap kehidupan normal setelah pandemi covid-19 akan pulih segera. Paling tidak sampai tahun 2022 kita masih harus memakai masker dan menerapkan jaga jarak.

Alasannya, vaksin untuk menghadapi virus corona penyebab covid-19 belum bisa diproduksi dalam jumlah besar dan dalam waktu cepat.

Peringatan tersebut disampaikan oleh pejabat Badan Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan, yang disiarkan scmp.com, Rabu, 26 September 2020.

Ia membuat prediksi tersebut berdasarkan program yang sedang dijalankan WHO yang diberi nama Covax Initiative.

Program ini merupakan kerja sama seluruh negara anggota WHO supaya pengadaan vaksin corona dapat diakses negara-negara yang punya kemampuan ekonomi beragam.

Berdasarkan perhitungan sekarang ini, Covax Initiative baru bisa mendapatkan ratusan juta dosis vaksin sampai pertengahan tahun depan.

Ini berarti masing-masing negara dari 170 negara anggota WHO akan mendapatkan "sedikit".

Jumlah sedikit itu terlalu kecil untuk bisa menghentikan kewajiban menggunakan masker dan jaga jarak, sampai produksi meningkat hingga 2 miliar dosis pada akhir 2021.

"Banyak yang bilang bahwa pada Januari tahun depan kita sudah dapat vaksin untuk seluruh dunia, dan kehidupan akan normal kembali, tidak begitu yang terjadi," kata Soumya Swaminathan, yang menjabat sebagai ilmuwan utama di WHO, Jenewa.

"Perkiraan terbaik kami (bagi pengadaan virus) adalah pada pertengahan 2021 karena pada awal 2021 kita baru mulai meneliti hasil dari uji coba sejumlah vaksin".

Meskipun demikian, China sudah membuat jadwal yang progresif. Pada Selasa kemarin, seorang pejabat bidang kesehatan China, Wu Guizhen menyatakan bahwa rakyat China bisa mendapatkan vaksin buatan lokal paling cepat November atau Desember mendatang.

Ilustrasi - Vaksin covid-19 sedang dikembangkan, dan menjadi rebutan banyak negara
Ilustrasi - Vaksin covid-19 sedang dikembangkan, dan menjadi rebutan banyak negara (europeanpharmaceuticalreview.com)

Menurut pejabat WHO itu, Semua vaksin yang baru harus menjalani pengawasan dalam penggunaannya paling sedikit selama 12 bulan, atau bahkan lebih lama.

Waktu yang dibutuhkan tersebut, lanjut Swaminathan, untuk memastikan vaksin tidak punya efek samping yang membahayakan jiwa.

Mengingat keterdesakan situasi, Swaminathan mengatakan bahwa WHO akan mengeluarkan pedoman tentang penggunaan vaksin corona untuk kebutuhan darurat pada pekan depan.

Beberapa negara sudah menggunakan vaksin yang sedang dikembangkan untuk kebutuhan darurat, seperti yang dilakukan China, dan Amerika Serikat.

Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved