Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Warga Matraman yang Isolasi Mandiri Bakal Dipindah ke RSD Wisma Atlet

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Matraman segera memindahkan 61 warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Ilustrasi: Kegiatan tes usap di kantor Kecamatan Matraman, Selasa (28/7/2020). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, MATRAMAN - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Matraman segera memindahkan 61 warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Pihak Camat Matraman Andriansyah mengatakan guna menghindari penambahan klaster keluarga, pihaknya kini dalam tahap mensosialisasikan kebijakan larangan isolasi mandiri di rumah bagi pasien terkonfirmasi.

"Karena kita enggak bisa langsung memindahkan mereka begitu saja. Harus kita beri penjelasan agar mereka bersedia dirujuk dari rumahnya," kata Andriansyah saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Rabu (16/9/2020).

Pasalnya, camat menjelaskan sempat terjadi penolakan manakala pihaknya hendak memindahkan seorang warga yang berstatus sebagai ODP saat menjalani isolasi mandiri.

Piihak keluarga beralasan ingin mengurus anggota keluarga yang terkonfirmasi sendiri karena tak menunjukkan gejala buruk terjangkit.

Baru setelah mendapat penjelasan dari tim medis Puskesmas Kecamatan Matraman dan aparat gabungan pihak keluarga setuju anggotanya dirujuk ke RSD Wisma Atlet.

"Tapi karena sekarang sudah larangan isolasi mandiri jadi kita minta semua yang isolasi mandiri dirujuk. Baik ke Wisma Atlet dan tempat isolasi khusus yang disediakan pemerintah," ujarnya.

Namun dia tak mengingat pasti jumlah warga Kecamatan Matraman yang terkonfirmasi dan kini menjalani isolasi mandiri di rumah.

Andriansyah menuturkan sejumlah warganya memang menjalani isolasi mandiri, termasuk warga di empat RW berstatus zona merah, yakni RW 01, RW 07, RW 08 Kelurahan Kayu Manis dan RW 10 Kelurahan Palmeriam.

"Sebelumnya untuk yang isolasi mandiri kita lakukan pemantauan berlapis.

"Dari Gugus Tugas tingkat RW, PKK dilibatkan mengawasi warga yang isolasi mandiri. Jadi tidak hanya dipantau oleh tim Puskesmas," ungkap Andriansyah. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved