Breaking News:

Sekda DKI Meninggal

Sebelum Dirawat dan Meninggal, Sekda DKI Saefullah Sempat Ikut Rapat Paripurna dan Mengeluh Sakit

Sebelum Dirawat dan Meninggal, Sekda Saefullah Sempat Ikut Rapat Paripurna dan Mengeluh Sakit. Simak selengkapnya.

PPID DKI Jakarta
Sekda DKI Dr Saefullah SPd MPd meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/9/2020) pukul 12:55 WIB karena Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies mengungkapkan, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah sempat mengeluh sakit padanya ketika mengikuti rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta pada Senin (7/9/2020) lalu.

Saat itu eksekutif dan legislatif menggelar rapat paripurna membahas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) DKI tahun 2019.

“Hari Senin (7/9/2020) pekan yang lalu, di tengah sidang paripurna DPRD, bapak Saefullah mengirimkan sebuah teks. Pak Gubernur, saya mohon izin pamit karena kurang enak badan,” kata Anies sambil mengenang pesan singkat yang disampaikan Saefullah.

Kisah Ahok Senang Jika Sekda DKI Saefullah Maju Jadi Cagub di Pilgub DKI 2017

Hal itu dikatakan Anies saat memimpin upacara pelepasan jenazah Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (16/9/2020). Dalam kesempatan itu, hadir Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan jajaran ASN di DKI Jakarta.

“Hari Selasa (8/9/2020), dalam sebuah rapat saya sampaikan dalam pengalaman saya bekerja bersama pak Sekda, tidak pernah beliau izin pamit karena sakit,” ujar Anies.

“Hari itu beliau pamit dan kemudian beberapa hari kemudian mengalami perawatan hingga akhirnya Allah Yang Maha Pengasih Allah Yang Maha Penyayang memanggilnya pulang pada pukul 12:55 tadi siang,” tambah Anies.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berduka. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah tutup usia pada Rabu (16/9/2020) pukul 12.55 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Sebelum Meninggal Dunia, Saefullah Curhat Pengalamannya jadi Sekda DKI untuk Lima Gubernur

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS atau sindrom distres pernapasan akut bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.

"Siang ini Bapak Saefullah telah berpulang. Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS," kata Widyastuti berdasarkan keterangan yang diterima pada Rabu (16/9/2020).

Widyastuti menjelaskan, situasi ini menggambarkan Saefullah mengalami infeksi berat pada jaringan paru dan seluruh sistem tubuh akibat infeksi Covid-19. Karena itu, tidak bisa terjadi pertukaran oksigen yang memadai, sehingga menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki. 

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved