Breaking News:

Mayoritas Oknum Prajurit TNI yang Merusak Polsek Ciracas Ternyata Pengemudi Pejabat TNI

Mayoritas oknum prajurit TNI yang merusak Polsek Ciracas ternyata bekerja sebagai pengemudi bagi pejabat TNI.

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Danpuspom TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis (Tengah) di Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Mapuspomad), Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menyampaikan terkait ditetapkannya 29 oknum TNI atas kasus penyerangan dan pembakaran Mapolsek Ciracas, Kamis (3/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Sebanyak 47 dari 57 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang terlibat kerusuhan di Polsek Ciracas merupakan prajurit Tamtama angkatan 2017.

Mayoritas dari mereka berkerja di bawah perintah layani pejabat TNI.

Hal itu diungkapkan Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad) Letjen Dodik Widjanarko dalam konferensi pers di Mabesad TNI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).

Bertambah Lagi, Tersangka Perusakan Mapolsek Ciracas Jadi 65 Orang, Salah Satunya Oknum TNI AU

"Dari 57 prajurit itu 47 merupakan prajurit Tamtama dan 21 di antaranya pengemudi pejabat TNI," kata Dodik dalam konferensi pers tersebut.

Para prajurit pengemudi itu tidak berada dalam pembinaan asrama TNI.

Hal inilah yang disayangkan oleh Puspomad.

Pasalnya, seharusnya para pejabat yang menjadi atasan dari para prajurit ini dapat membina mental, fisik, dan moralitas pegawainya.

BREAKING NEWS: 56 Oknum TNI Jadi Tersangka Perusakan Mapolsek Ciracas, 6 Orang dari AL

Sebab, Dodik mengakui, para prajurit yang tengah berkerja dengan pejabat pasti memiliki waktu yang kurang dalam pembinaan.

Sehingga kewajiban pimpinan membina para pelajar tersebut.

"Maka sekarang kami tekankan siapa saja pejabat gunakan pengemudi harus dibina juga prajuritnya. Hal itu agar prajurit kami jadi siap mental dan fisik jika diminta laksanakan tugas operasi," paparnya.

Diberitakan sebelumnya sebanyak 65 prajurit TNI ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti terlibat dalam pengrusakan Mapolsek Ciracas.

Total Dana Ganti Rugi Akibat Perusakan Akibat Masih Dihitung, Penggantian Sesuai Kerugian

Dimana 57 oknum prajurit berasal dari AD, tujuh oknum prajurit dari AL, dan satu prajurit dari AU.

Mereka tergerak untuk merusak Polsek Ciracas karena menerima informasi hoaks di pesan berantai what's app.

Informasi hoaks itu disebar oleh Prada M yang malu alami kecelakaan tunggal karena minuman keras di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved