Liga 1

Ditinggal Sergio Farias, Persija Jakarta Bisa Kesulitan Jika Rekrut Pelatih Asing Baru

Sudirman ditunjuk manajemen Persija Jakarta sebagai pelatih, pasca tidak lagi menggunakan jasa pelatih asing asal Brasil, Sergio Farias.

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Murtopo
Persija.id
Pelatih Persija, Sergio Farias akhirnya tiba di Jakarta pada Kamis (3/9/2020) siang. 

Padahal, dalam waktu dekat kompetisi sepak bola Liga 1 2020 akan kembali digulirkan.

"Terlepas nanti adanya pergantian pelatih sekarang dengan pelatih lokal atau asing, kita lihat nanti. Kalau menurut saya, ganti pelath asing lagi sangat riskan," ucap Vennard menambahkan.

Pria yang akrab disapa Veve itu menilai, jika harus mendatangkan pelatih batu perlu melakukan adaptasi ulang dengan semuanya.

Hal tersebut sangat berbahaya dan tidak bisa berjalan efektif karena Persija Jakarta akan bermain di Liga 1 2020.

"Kalau pelatih asing lagi siapa pun nantinya harus adaptasi lagi, masa kompetisi sekarang sudah dekat. Justru lebih riskan dengan pelatih baru. Mendingan manfaatkan pelatih yang sudah ada," tambahnya.

Veve memberikan contoh, di musim lalu pada saat Persija ditinggalkan pelatihnya yakni Stefano Cugurra, kondisi tim berantakan.

Manajemen Persija akhirnya merekrut pelatih asing sudah berpengalaman yakni Ivan Kolev.

Pelatih berkebangsaan Bulgaria itu pernah bergabung di Persija pada tahun 1999 sampai 2000.

Namun, pada saat menjadi juru taktik Persija hasilnya tidak memuaskan karena harus adaptasi ulang dan melakukan persiapan yang kurang maksimal.

"Kita bisa lihat proses pergantian sebelumnya dari Teco ke Ivan Kolev. Walau Kolev orang lama di Persija, tapi ga bisa kaya dulu lagi karena harus adaptasi dengan pemain berbeda. Kenapa gagal, saat Kolev datang dulu itu pemain senior pada teriak karena digenjot fisik."

Lalu, manajemen Persija kembali melakukan perombakan dengan mendatangkan pelatih berbeda yakni Julio Banuelos dan Edson Tavares.

Kedua pelatih itu tidak bisa maksimal karena waktu persiapan singkat dan tidak bisa beradaptasi dengan baik di tim Macan Kemayoran.

"Setelah dari Kolev, masuk lagi ke Banuelos, dan masuk lagi ke Edson Tavares. Berapa kali pergantian akhirnya ancur. Ga akan bisa lebih bagus, karena setiap pelatih itu perlu proses dan tidak dengan waktu singkat," tutur pria yang kini menggeluti profesi komentator sepak bola tersebut.

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved