Virus Corona

Tim Pendisiplinan Covid-19 Dibentuk, Denda Rp 150 Juta Mengintai Pelanggar

Tim Pendisiplinan Covid-19 Dibentuk, Denda Rp150 Juta Mengintai Pelanggar. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Warta Kota/Rizki Amana
Polisi yang mengenakan kostum superhero Spiderman membagikan masker kepada warga sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (12/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setelah 4.909 warga Jakarta Barat positif Covid-19, Pemerintah Kota Jakarta Barat bentuk tim pendisiplinan dan penindakan PSBB.

Tim yang terdiri dari tiga pilar ini akan keliling wilayah Jakarta Barat menggunakan motor-motor besar, tim yang terdiri dari Satpol PP, Dishub, TNI, dan Polisi itu akan berkeliling kawasan Jakarta Barat.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko meresmikan tim tersebut Selasa (15/9/2020) di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan.

Andre Rosiade Minta Jokowi dan Erick Tohir Copot Ahok: Bikin Gaduh dan Kinerjanya Biasa-biasa saja

Ada delapan unit yang akan berkeliling Jakarta Barat setiap harinya. Mereka terdiri dari dua sepeda motor TNI, dua sepeda motor Polisi, dua sepeda motor Satpol PP, dan dua sepeda motor Dishub.

"Mereka akan bertugas di wilayah Kecamatan yang sudah ditentukan. Satu tim terdiri dari delapan orang. Jadi satu tim terdiri empat motor," jelasnya.

Bukan hanya menindak warga, tim itu juga akan berkeliling untuk menindak pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan.

Sanksi atau denda sesuai dengan Pergub Nomor 79 Tahun 2020. Sanksi atau denda progresif juga mulai dikenakan kepada pelanggar protokol kesehatan.

Misalnya bila ditemukan warga tidak pakai masker satu kali maka dikenakan sanksi kerja sosial satu jam atau denda Rp250 ribu.

Luncurkan Aplikasi Bersama Sportiv, Ini Target APSSI

Namun jika kesalahan berulang maka dikenakan denda progresif yakni dua kali kerja sosial selama dua jam atau denda Rp500 ribu.

Sementara untuk sektor usaha, bila ditemukan ada yang positif maka ditutup 1x24 jam untuk penyemprotan.

Sedangkan bila satu kali tidak ikuti protokol kesehatan, maka ditutup selama 3x24 jam.

"Tapi bila dua kali melanggar protokol kesehatan maka denda Rp50 juta. Seterusnya sampai tiga kali pelanggaran Rp150 juta," papar Yani.

Yani memastikan pelaku usaha yang terlambat membayar denda, maka akan dicabut izin usahanya.

Medical Workhsop Liga 1 dan Liga 2 Diadakan Secara Virtual

"Tapi yang paling penting bukan Pergubnya, bukan dendanya, tapi penyelamatan jiwa masyarakat. Dimana masyarakat selamat dan sehat," tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved