Breaking News:

Virus Corona

Pandemi Covid-19 Pukulan Berat Ikappi, Omzet Pedagang Anjlok Hingga 70 Persen

Secara nasional, jumlah pedagang yang terkena Covid-19 mencapai 1.344 orang dengan 47 orang di antaranya meninggal dunia.

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat pedagang pasar di DKI Jakarta paling banyak terkena Covid-19 dibanding daerah lain. Bedasarkan pendataan Ikappi, ada 321 pedagang di Ibu Kota yang terpapar Covid-19.

“Untuk kasus DKI Jakarta masih tertinggi yaitu 321 pedagang dari 51 pasar, positif dan satu orang meninggal dunia,” kata Ketua Umum DPP Ikappi Abdullah Mansuri berdasarkan keterangan yang diterima pada Selasa (15/9/2020).

Abdullah mengaku, telah menghimpun data kasus penyebaran Covid-19 di kalangan pedagang dari 96 kabupaten/kota dan 27 provinsi di Indonesia. Secara nasional, kata dia, jumlah pedagang yang terkena Covid-19 mencapai 1.344 orang dengan 47 orang di antaranya meninggal dunia.

Penyerang Napoli Bingung Sebab Timnya tak Memperbolehkan Dirinya Pindah ke Juventus

Penggemar Wanita Memilih Andrea Pirlo Sebagai Pelatih Terseksi di Italia

“Kasus Covid-19 itu tersebar di 239 pasar yang ada di 96 kabupaten/kota dan 27 provinsi di Indonesia,” ujarnya. Kata dia, temuan kasus itu menjadi pukulan yang sangat berat bagi Ikappi. Apalagi wabah Covid-19 membuat perekonomian para pedagang pasar anjlok hingga 70 persen.

“Seminggu terakhir kami mendapati penurunan omzet pedagang kami hingga 60 sampai 70 Persen. Kami harus terus bertahan dalam kondisi seberat ini,” ungkapnya.

Hingga kini, Ikappi terus melakukan edukasi secara persuasif kepada para pedagang. Edukasi yang ditekankan lebih kepada untung-ruginya mereka melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. “Misalnya kalau sampai pasar tutup karena ada yang positif siapa yang rugi? atau kalau sampai harus isolasi dua minggu nggak bisa jualan, siapa yang rugi? Seperti itu saja sih,” katanya.

Pilkada Depok 2020, Ini Harapan Warga Kepada para Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota

Kementerian PUPR Alokasikan Rp 16,6 Triliun untuk 157.500 Unit Rumah Subsidi via KPR FLPP Tahun 2021

“Kami sedang dalam proses ulang melakukan edukasi berupa edaran dan sosialisasi melalui perwakilan-perwakilan Ikappi di seluruh Indonesia,” tambahnya. Kata dia, Ikappi menyadari pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi selama sehari-dua hari.

Pendemi ini akan merubah kebiasaan lama pedagang dan memberlakukan kebiasaan baru dengan memperkuat protokol kesehatan kepada pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia.

“Pesan besarnya adalah saling menjaga selama pandemi, karena satu sakit tentu berdampak ke semua pedagang. Jika ada yang sakit maka semua juga terkena imbasnya, sehingga pedagang dapat menjaga diri dan mengingatkan sesama pedagang,” jelasnya.

Ketahuan Tidak Pakai Masker dan Digrebek Petugas Pamdal Perumahan DPR RI, Ini Reaksi Tommy Kurniawan

Striker Tira Persikabo, Silvio Escobar, Klaim Timnya Siap Hadapi Liga 1 2020

Dalam kesempatan, Ikappi meminta kepada semua pihak untuk ikut berpartisipasi dan berperan aktif dalam membangkitkan keterpurukan ekonomi ini. Caranya mematuhi protokol kesehatan saat berada di pasar seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Dengan demikian, transaksi di pasar dapat terus terjaga dan omzet pedagang kembali naik. “Kami juga berharap pemerintah pusat lebih fokus memperhatikan kami melalui program-program pemberdayaan, stimulus permodalan atau bantuan lain yang dapat meringankan beban pedagang dan pedagang tetap terus bisa berdagang untuk mendistribusikan pangan bagi masyarakat,” ujarnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved