Virus Corona Bodebek
Ketua RT 05 Jakasetia Minta Pemkot Bekasi Tanggapi Keluhan Warganya yang Isolasi Mandiri
Ketua RT 05 Jakasetia Minta Pemkot Bekasi Tanggapi Keluhan Warganya yang Isolasi Mandiri. Pasalnya tidak Ada Tindaklanjut dari pemerintah hingga Kini
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Amin Ketua RT 05/08 Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, Bekasi, Jawa Barat, meminta agar Pemkot Bekasi menindaklanjuti keluhan warganya berinisial EN (46) yang saat ini menjalani isolasi mandiri.
Amin yang turut mendampingi EN ke puskesmas setempat setelah warganya dinyatakan positif pada 4 September 2020 lalu, mengatakan hingga kini tak ada kejelasan mengenai nasib EN setelah menjalani tes usap untuk kedua kalinya di puskesmas tersebut.
"Saya mohon sama pemerintah khususnya kota Bekasi supaya tanggap dengan masalah covid, karena klaster keluarga ini sudah semarak. Khususnya di Bekasi Selatan, Kelurahan Jakasetia. Saya mohon adanya disinyalir positif (warga saya) agar ditanggapi dengan serius," ucap Amin, Selasa (15/9/2020).
• UPT Pemakaman Kota Depok Nyaris Kehabisan Peti Mati Untuk Pasien Covid-19, Dikirim Lagi 25 Buah
Sejak melaporkan kondisi EN pada Senin (7/9/2020) lalu, hingga kini belum ada petugas puskesmas yang melakukan pemantauan ke kontrakan yang ditempati EN.
Alhasil, EN tetap berkeliaran keluar rumah lantaran tak mengerti apa yang harus ia lakukan saat isolasi mandiri.
Padahal, EN sangat ingin dipindahkan atau paling tidak dipantau kondisi kesehatannya oleh tenaga kesehatan.
"Khususnya pemerintah kota Bekasi agar aduan masyarakat ditanggapi secara serius, dari puskesmas ataupun aparat khususnya yang bertugas di sini. Agar dibawa kemana ini yang sudah positif? Agar ditanggapi secara serius. Saya mohon Pak Wali Kota, Pak Rahmat Effendi, terima kasih," katanya.
• Cegah Karyawan Makan di Tempat, Petugas Satpol PP Singkirkan Kursi Kantin Pergudangan Central Cakung
Sebelumnya, Tejo, Relawan Oscar Kemanusiaan, menceritakan bahwa EN dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap di Rumah Sakit Hermina Galaxy pada 4 September 2020 lalu.
Dokter meminta EN untuk menginformasikan kondisinya ke puskesmas tempat tinggalnya.
Meski telah melapor dan menjalani tes usap untuk kedua kalinya, EN tak mengerti hal yang harus dilakukannya.
Ia kemudian tetap berkeliaran keluar rumah lantaran tak ada bantuan makanan dari puskesmas atau warga.
Akibatnya, ia dijauhi tetangganya yang berjualan di dekat tempat tinggal EN, lantaran tak ada seorang pun yang membeli dagangannya. (abs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/amin-ketua-rt-0508-kelurahan-jakasetia-bekasi-selatan-bekasi-jawa-barat.jpg)