Breaking News:

Berita Jakarta

Manfaat Asuransi Dipangkas, Nasabah Pensiunan Jiwasraya Cemas

Hal itu terjadi menyusu ladanya potensi penyesuaian manfaat atau haircut mencapai 40 persen, terutama produk asuransi pensiunan.

jiwasraya.co.id
PT Asuransi Jiwasraya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah nasabah produk tradisional PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku cemas.

Hal itu terjadi menyusu ladanya potensi penyesuaian manfaat atau haircut mencapai 40 persen, terutama produk asuransi pensiunan yang mereka ikuti sejak beberapa tahun terakhir.

Penyesuaian manfaat atas produk Jiwasraya akan terjadi jika restrukturisasi Jiwasraya hanya menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak Rp 20 triliun.

Hal ini dikarenakan ekuitas negatif Jiwasraya hingga Juli 2020 telah menyentuh Rp 37,4 triliun, sementara asetnya terus menurun dan saat ini telah berada di kisaran Rp 16,6 triliun.

"Teman-teman nasabah yang lain sebenarnya tidak keberatan jika diminta ikut restrukturisasi atau dipindah ke IFG Life. Tapi yang mengganjal dan berat itu penyesuaian manfaat atau haircutnya yang sampai 40 persen. Nasabah tradisional itu banyak yang pensiunan," ungkap salah satu nasabah Jiwasraya, Agung Setiawan di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Braif Fatari Dapat Posisi Baru di Timnas U19, Sudirman Dukung Eksperimen Shin Tae Yong

Penusuk Ulama Syekh Ali Jaber Dikabarkan Idap Gangguan Jiwa, Ini Kata Pakar Psikologi Forensik

Seperti yang diketahui, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan BUMN tengah membahas rencana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan disalurkan ke PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) dalam rangka mendorong industri keuangan non bank, termasuk pendirian IFG Life yang menjadi pengganti Jiwasraya dalam program restrukturisasi.

Terkait wacana pendirian IFG Life, manajemen BPUI sendiri mengaku butuh modal Rp24,7 triliun yang berangkat dari sejumlah sumber.

Dimana modal Rp 24,7 triliun tadi, nyatanya masih membuka peluang adanya potensi penyesuaian manfaat atas produk hingga 40 persen.

Menyusul adanya potensi penyesuian haircut ini, Agung pun mendesak pemerintah bersama pemangku kebijakan lainnya memiliki empati terhadap nasabah Jiwasraya yang berangkat dari kelas ekonomi menengah ke bawah.

"Jadi jangan teriak-teriak minta dukungan saja saat kampanye. Kami yang wong cilik juga sedang susah karena dampak dari pandemi Covid-19. Jadi Kami keberatan jika haircut sampai 40 persen," cetus Agung.

Sebelumnya, nasabah yang tergabung dalam Forum Korban Jiwasraya kembali menuntut kejelasan atas investasi mereka pada produk JS Saving yang tak kunjung dibayarkan sejak Oktober 2018 silam.

Mereka menyambangi Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Keuangan untuk meminta Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menepati janjinya untuk menyelesaikan masalah di Jiwasraya.

Ditanya Soekarno Apa yang Dibutuhkan Rakyat, Megawati: Untung Saya Pintar, Saya Jawab Makan, Pak

Apa Alat yang Dipakai Dalam Pertunjukan Gong Buluh? Materi SMP di TVRI Senin 14 September

Jika kasus ini terus terkatung-katung, mereka meyakini kepercayaan masyarakat kepada perbankan dan BUMN akan menurun drastis. Pasalnya, permasalahan gagal bayar Jiwasraya ini belum terselesaikan selama hampir 2 tahun sampai sekarang.

"Kami hidup susah susah apalagi selama pandemi banyak yang hidup cuma bergantung pada tabungan sedangkan uang yang kami harapkan untuk membantu kehidupan kami harus tersita Jiwasraya dan tidak ada ujungnya," ujar Forum Nasabah dalam keterangan resminya. Jumat (11/9).

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved