Kekurangan Air Akibat Kemarau, 800 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Bekasi Terancam Gagal Panen

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 800 hektare lahan pertanian terancam kekeringan.

Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Petani di Cibarusah, Kabupaten Bekasi terpaksa menunda masa tanam selama tiga bulan karena khawatir gagal panen. 

WARTAKOTALIVE, BEKASI - Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 800 hektare lahan pertanian terancam kekeringan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Nayu Kulsum mengatakan, 800 hektare lahan pertanian itu sudah masuk masa tanam.

Jika musim kemarau terus berlanjut, maka terancam kekeringan.

Jakarta Sumbang 1.380 Pasien Baru Covid-19 pada 13 September 2020, 958 Orang Sembuh

"Saat ini sudah mulai kekurangan air, bisa saja gagal panen jika tidak segera diatasi," ujar Nayu saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2020).

Maka itu, sambung Nayu, Pemkab Bekasi mulai melakukan sejumlah langkah antisipasi agar 800 hektare lahan pertanian itu tidak kekeringan apalagi hingga gagal panen.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pertanian, untuk mengajukan beberapa pompa air.

DAFTAR Sanksi Bagi Pelanggar PSBB di Jakarta: Kerja Sosial, Denda Rp 150 Juta, dan Cabut Izin Usaha

“Kami juga melakukan pembenahan saluran irigasi agar air bisa tersalurkan."

"Tapi kan pompa air itu penting juga ya, karena kan ada lokasi pertanian yang lebih tinggi dari lokasi pengairan," tuturnya.

Namun, untuk beberapa wilayah yang krisis air di bagian utara seperti Kecamatan Cibarusah, harus ada langkah bersama dari berbagai dinas.

Kembali Terapkan PSBB, Anies Baswedan: 12 Hari Pertama September Kasus Aktif Covid-19 Naik 49 Persen

Mulai dari pendistribusian air, pembuatan waduk daya tampung air, maupun lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved