Breaking News:

Berita Internasional

Turki Kecam Bahrain-UEA Soal Hubungan dengan Israel, tapi Turki Nikmati Keuntungan dari Israel

Sikap Turki terhadap negara Arab nampaknya seperti ini: 'lakukan apa yang aku katakan, tapi jangan ikuti yang aku lakukan'

Penulis: Bambang Putranto | Editor: Bambang Putranto
alarabiya.net
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama duta besar Israel untuk Turki 

Wartakotalive.com - Turki mengecam keras Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) atas rencana mereka membuka hubungan damai dengan Israel, padahal Turki sudah menjalin hubungan damai dengan Israel sejak puluhan tahun lalu.

Ketika diumumkan oleh Presiden Donald Trump bahwa UEA akan berdamai dengan Israel bulan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan langsung mencak-mencak.

Ia menuding UEA "munafik" karena mendukung Palestina, tapi membina hubungan baik dengan Israel.

Erdogan menuduh, UEA menusuk Palestina dari belakang. Ia bahkan mengancam akan menarik pulang duta besar Turki di UEA.

Sikap Turki juga sama ketika Trump mengabarkan Bahrain akan mengikuti jejak UEA membina hubungan baik dengan Israel.

"Langkah Bahrain itu justru akan mendorong Israel untuk terus melakukan tindakan melawan hukum terhadap tanah Palestina, dan menduduki tanah Palestina secara permanen," begitu pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki, yang dikutip alarabiya.net, Sabtu, 12 September 2020.

Erdogan memang sedang gencang memunculkan diri sebagai tokoh vokal pendukung perjuangan Palestina.

Namun, Turki sendiri sudah menjalin hubungan damai dengan Israel, sejak Maret 1949, sekitar setahun setelah Israel menyatakan diri sebagai negara.

Ketika itu Turki menjadi negara mayoritas muslim pertama yang mengakui eksistensi Israel.

Jalinan hubungan kedua negara kemudian mengalami pasang surut, dan hubungan resmi selevel "kedutaan" dilakukan pada Januari 1980.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved