Breaking News:

PSBB Tangsel

Tangsel Kini Zona Merah, Dinas Kesehatan Setempat Akui Belum Terapkan PSBB Ketat

"Iya hari ini zona merah. Mulai kemarin pas vicon (video conference) sama BNPB. Yang menentukan zonanya merah salah satunya penambahan kasus

Penulis: Rizki Amana | Editor: Wito Karyono
Warta Kota/Rizki Amana
Ilustrasi: Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie sedang mengikuti rapid test massal di halaman Kantor Dinkes Kota Tangsel, Sabtu (29/8/2020). Tangsel kini zona merah 

Kendati demikian, Airin meminta agar kewaspadaan tetap harus dilakukan karena saat ini Pemprov Banten menetapkan PSBB untuk semua wilayah kerjanya.

Ia pun menegaskan pihaknya bakal terus menyuarakan penerapan program Gerakan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Ia mengimbau agar masyarakat tak hanya sekedar pada penggunaan masker saja tetapi juga warga harus sering mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Sekarang ini kesannya cukup pakai masker saja. Padahal harus ada jaga jarak dan mencuci tangan. Ini yang harus ditekankan saat ini,” tandasnya.

Perpanjang PSBB

Pemrintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kembali memperpanjang masa penerapaN pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah kerjanya.

Perpanjangan PSBB tersebut diberlakukan sejak Senin, 7 September 2020 hingga empat belas hari ke depan.

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan dasar perpanjangan PSBB dilakukan akibat belum sempurnanya penerapan protokol kesehatan covid-19 di masyarakat.

"Kita berharap bahwa protokol kesehatan sudah lebih dulu bisa dilakukan secara disiplin, mempraktekan jaga jarak, pakai masker, sering mencuci tangan, pola hidup yang sehat imunitas yang baik dengan asupan gizi seimbang," kata Airin kepada wartawan, Tangsel, Senin (7/9).

Kendati kembali diiperpanjangnya PSBB, Airin mengimbau agar masyarakat tak menyikapinya dengan kepanikan masa pandemi covid-19 ini.

Menurutnya dengan mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan menjadi upaya bersama dalam mempersempit laju penularan covid-19.

"Kepada masyarakat untuk disiplin terhadap protokol covid-19.

"Enggak usah panik terhadap covid-19 ini, tapi lebih kepada belajar dari pengalaman bulan Maret sampai Agustus maka kita sebelumnya terhindar dari covid-19 seandainya kita disiplin terhadap protokol covid-19," jelasnya. (m23)

(m23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved