Selain Menutupi Defisit, Usulan Pinjam Uang ke Kemenkeu buat Suntikan Dana untuk Bayar 4 Biaya Ini

“Kota Tangerang kan berbatasan dengan DKI dan masuk zona merah dengan penerapan PSBB, jadi saya kira Pemerintah Kota dapat melakukan pinjaman

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Santoso 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Santoso mengusulkan Pemerintah Kota Tangerang untuk meminjam dana kepada Kementerian Keuangan untuk menutupi sejumlah defisit anggaran.

“Kami mendorong Wali Kota untuk melakukan peminjaman ke Kementerian Keuangan supaya defisit bisa tertutupi dengan jangka panjang,” ujar Turidi kepada Wartakotalive.com, Jumat (11/9/2020).

Turidi menjelaskan pinjaman tersebut nantinya dapat memberikan suntikan dana bagi pengembalian gaji tenaga harian lepas (THL), membayarkan tunjangan tenaga medis, dan biaya operasional untuk biaya pendidikan gratis bagi sekolah swasta. Serta untuk membiayai sektor pengembangan ekonomi di Kota Tangerang.

“Kota Tangerang kan berbatasan dengan DKI dan masuk zona merah dengan penerapan PSBB, jadi saya kira Pemerintah Kota dapat melakukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kemenkeu. Karena banyak keluhan yang menyangkut hal itu. Dan kaitan meminjam ke Kementerian Keuangan kan memang bisa seperti beberapa daerah lainnya,” papar Turidi.

Turidi tidak merinci jumlah pekerja THL, tenaga medis, dan sekolah swasta yang menjadi fokus dalam rencana peminjaman anggaran ke Kementerian Keuangan ini.

Diketahui RAPBD 2020 tahun lalu pendapatan daerah Pemkot Tangerang yang ditetapkan untuk tahun anggaran 2020 sebesar Rp 4.580.374.100.610 dengan rincian pendapatan asli daerah senilai Rp 2.377.890.325.336.

Sedangkan pemasukan dari dana perimbangan sebesar Rp 1.363.851.764.000 ditambah lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 838.632.011.274.

Sementara pada tahun 2021 pendapatan daerah di Kota Tangerang dianggarkan sebesar Rp. 3.55 triliun.

Dianggarkan untuk pendapatan daerah tahun 2021 sebesar Rp 3.55 triliun. Dengan indikator berasal dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 2 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp. 1.55 triliun.

“Kalau dibandingkan tahun anggaran RAPBD 2020 4,58 T dan RAPBD 2021 hanya 3,55 T maka perbedaan kurang lebih 1.03 T. Nah saya kira untuk bisa menyamakan anggaran saya berharap Pemerintah Kota Tangerang dapat mengajukan pinjaman ke Dirjen Perimbangan Keuangan Kementrian keuangan,” ucap politisi Gerindra ini.

Seluruh Karyawan Giant Ekstra Cimanggis Isolasi Mandiri dan Dijadwalkan Akan Menjalani Rapid Test

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved