Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Dinkes Kota Tangsel Benarkan Status Kota Tangsel Sebagai Wilayah Risiko Tinggi Penularan Covid-19

Laman Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, menetapkan wilayah Kota Tangerang Selatan sebagai kawasan risiko tinggi penularan infeksi covid-19.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Rizki Amana
Petugas kesehatan Dinkes Kota Tangsel sedang melakukan rapid test kepada warga guna mengantisipasi penularan covid-19 pa beberapa pekan lalu. () 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Laman Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, menetapkan wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai kawasan risiko tinggi penularan infeksi covid-19 per tanggal 11 September 2020.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Kota Tangsel, Deden Deni mengaku adanya status baru bagi wilayah kerjanya itu disebabkan kenaikan kasus infeksi covid-19.

"Iya hari ini zona merah. Mulai kemarin pas vicon (video conference) sama BNPB. Yang menentukan zonanya merah, oranye, kuning, ya itu salah satunya penambahan kasus. Yang suspect, yang terkonfirmasi yang meninggal. Itu menjadi salah satu komponen yang menentukan zona," kata Deden saat dikonfirmasi, Tangsel, Jumat (11/9/2020).

Video: Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany Ucapkan Bela Sungkawa Atas Wafatnya Jakob Oetama

Kendati telah ditetapkan sebagai wilayah berisiko tinggi penularan infeksi covid-19, Deden mengaku pihak otoritas Kota Tangsel belum memperketat aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurutnya, pihaknya masih menerapkan aturan PSBB yang diatur melalui Peraturan Wali Kota Tangsel Nomor 42 Tahun 2020 perubahan kelima atas Perwal Kota Tangsel Nomor 13 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam rangka penanganan covid-19.

 Jakob Oetama Tutup Usia, Ini Profil Pendiri Sekaligus Presiden Komisaris Kompas Gramedia

 Anies Baswedan Takziah Rabu Malam, Mengaku Kagum dengan Jakob Oetama Sejak Kuliah

Adapun penerapan PSBB Kota Tangsel diberlakukan sejak 6 September 2020 hingga empat belas hari ke depan.

"Razia sudah mulai ya, kemarin di Serpong, salah satunya untuk menekan peningkatan kasus. Termasuk juga meningkatkan disiplin warga untuk peduli protokol kesehatan," jelas Deden.

"Masih didiskusikan (perketat aturan PSBB), tingkat pimpinan yang menentukan. Tapi yang jelas data perhari kita laporkan ke pimpinan," tandasnya.

Tangerang Selatan Kini Zona Merah

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved