Fadli Zon Mengaku Tersinggung dengan Puan Maharani: Cukup Minta Maaf, Jangan Kayak Malin Kundang

Pernyataan dari Puan Maharani dianggap menuding masyarakat Minang, Sumatera Barat tidak mendukung negara Pancasila.

ILC TV One
Ketua Ikatan Masyarakat Minangkabau Fadli Zon di ILC TV One 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kisruh masalah Puan Maharani masih hangat dibicarakan, setelah dilaporkan Kelompok Masyarakat Minang.

Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani sempat menjadi sorotan atas statement kontroversinya.

Pernyataan dari Puan Maharani dianggap menuding masyarakat Minang, Sumatera Barat (Sumbar) tidak mendukung negara Pancasila.

Hal itu tentunya membuat masyarakat Minang merasa tersinggung, termasuk Ketua Umum Ikatan Keluarga Minangkabau, Fadli Zon.

Jika Laporannya terhadap Puan Maharani Tidak Ditindaklanjuti Polisi, PPMM: Kami ada Langkah Lain

Laporkan Puan Maharani ke Mabes Polri, Kelompok Warga Minang Pastikan Tidak Ada Unsur Politis

 Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (8/9/2020), meski tidak membenarkan apa yang disampaikan oleh Puan Maharani, Fadli Zon menilai bahwa sebenarnya hal itu bukan persoalan yang besar.

Menurutnya, yang perlu dilakukan oleh Puan setelah pernyataannya berbuntut panjang adalah dengan cara memberikan klarifikasi dan permintaan maaf.

"Jadi berangkat dari teks 'Semoga Sumbar menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila', saya kira penyelesaiannya sederhana sebetulnya, klarifikasi, kalau ada yang mungkin tersinggung, cukup banyak yang tersinggung sebenarnya, cukup minta maaf dan selesai," ujar Fadli Zon.

Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani saat mengumumkan nama-nama calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020 di Jakarta, Jumat (28/8/2020).
Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani saat mengumumkan nama-nama calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020 di Jakarta, Jumat (28/8/2020). (YouTube@PDIP Perjuangan)

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu menilai yang menambah panjang polemik tersebut adalah karena di satu sisi kondisi di Tanah Air sedang sensitif terkait Pancasila.

Hal itu menyusul sikap dari pemerintah yang justru mencoba mengusik kembali dasar negara yang sudah final.

Selain itu dikatakan Fadli Zon, Puan Maharani sendiri mempunyai darah keturunan Minang yang diakui memang tidak banyak diketahui.

Seperti yang diketahui, nenek dari Puan Maharani yang merupakan istri dari presiden pertama RI, IR Soekarno itu merupakan orang Bengkulu.

Tidak hanya itu, orang tua langsung dari Puan Maharani, yakni sang ayah, Taufiq Kiemas yang masih berasal dari Pulau Sumatera, yakni kelahiran Bandar Lampung.

"Tetapi kemudian ini menjadi sebuah polemik, kemudian polemik ini berangkat dari Geonologi dari Ibu Puan Maharani mempunyai darah Minang yang selama ini mungkin kurang dikenal atau tidak pernah di atribusikan kepada dirinya sendiri," ungkapnya.

"Saya kira ini satu hikmah yang baik bahwa di era globalisasi ini, apalagi Indonesia sudah multikultural, banyak sekali perkawinan campur dari antar etnis dan sebagainya, ini sudah mulai menjadi Indonesia."

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved