Suka Duka dan Tantangan yang Dihadapi Ketua Umum The Jakmania

Ada suka duka menjadi suporter dan kebanggaan tersendiri dalam mendukung klub seperti dirasakan Diky Soemarno, ketua umum The Jakmania.

Wartakotalive.com/Rafzanjani Simanjorang
Diky Soemarno (dua dari kiri) ketua umum The Jakmania, suporter Persija Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM.,JAKARTA - Menjadi suporter tentu punya suka dan duka, ada kebanggaan tersendiri dalam mendukung klub kebanggaan.

Namun, menjadi ketua umum sebuah suporter tentu ada kebanggaan dan juga tantangan. Itulah yang dialami oleh Diky Soemarno, ketua umum The Jakmania, suporter Persija Jakarta.

Ada tantangan tersendiri dialami oleh pria lulusan sastra Jawa, Universitas Indonesia ini.

Diky mengatakan dirinya berhadapan dengan situasi sulit di tengah pandemi Covid-19.

Diky Soemarno Minta The Jakmania Jaga Komitmen saat Liga 1 2020 Dilanjutkan Kembali

Sebagai ketua suporter Persija Jakarta, Diky menjelaskan dirinya kini terbatas dalam mengambil tindakan karena sedang fase pandemi.

"Korwil kami ada 84, satu korwil bisa sekira 50 orang. Saya mau memberikan pengarahan itu tidak bisa, karena adanya protokol kesehatan dan tidak boleh kerumunan. Saya harus lebih bersabar dan menahan diri," ucap Diky saat live bersama Superball pekan lalu.

Saking terbatasnya, dirinya melakukan komunikasi pun hanya lewat sosial media, dan grup sosial media.

Marko Simic Akhirnya Gabung Latihan Bareng Persija Jakarta

Di satu sisi, dirinya wajib memikirkan agar roda organisasi tetap berjalan meski di masa pandemi dan tetap taat akan protokol kesehatan.

Diky bersyukur bisa melakukan kegiatan yang berguna untuk anggotanya meski masih terbatas, baik dengan kerja sama media, radio, pembelian produk klub, bahkan kerja sama workshop penulisan.

"Ini adalah ujian sesungguhnya. Masalah yang tersulit, semua dunia terkenda dampak. Dan cara menjalankan roda organisasi, adaptasi kini dipikirkan dengan matang. Saya akan selalu buat program yang baik untuk The Jakmania," terangnya.

Marko Simic Akhirnya Gabung Latihan Bareng Persija Jakarta

Ada pun sukanya menjadi suporter bagi Diky adalah mendapatkan keluarga baru, dan sahabat baru. Menjadi ketua umum, sukanya bagi Diky adalah bersyukur dapat dipercaya untuk membawa organisasi ke yang lebih baik.

Sedangkan dukanya sebagai suporter adalah melihat Persija Jakarta menelan kekalahan. Dukanya menjadi ketua umum menurut Diky adalah berhadapan dengan pandemi Covid-19.

"Tapi saya tidak mau ambil pusing ya. Situasi sulit kali ini memang berbeda, tapi kami di organisasi saling menguatkan. Ini lah keluarga besar," ucap Diky.

Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias, Pertanyakan Pencoretan Dua Asistennya

Ada pun kisah yang masih dikenang oleh Diky hingga saat ini adalah kala dirinya masih SMP dirinya ingin pergi ke Bandung, untuk menonton Persija melawan Persikab Kabupaten Cimahi, namun tak diizinkan orang tuanya. Diky pun mengurung diri di kamar. Hal itu meluluhkan hati ayahnya, sehingga akhirnya membawanya ke Bandung bersama kakak dan ibunya untuk menonton bersama.

"Dulu kami nonton di VIP, stadion Cimahi. Saat itu Persija mencetak gol, kami refleks dan bersorak. Tapi kami diteriakin dan dilempar pakai botol minuman, bahkan diludahin. Akhirnya kami pulang. Itu langsung perintah dari ayahku," kenangnya.

Momen itu pula yang menjadikan kecintaannya semakin menjadi ke Persija, dan sebagai The Jakmania.

Kenangan itu pula membuat dirinya memberikan pesan kepada anggotanya saat ini.

PP The Jakmania Buka Pendaftaran Anggota Baru Suporter Persija, Begini Cara Daftar dan Keuntungannya

"Saya masih ingat perkataan bung Fery. Kadang ketakutan itu lebih seram dari kenyataan yang ada. Jadi kami tak perlu takut. Bukan artinya kami menantang. Tetapi kalau niat tulus, semua akan baik-baik saja," ucapnya.

Menurutnya, sebuah keributan tidak pernah dibenarkan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved