Breaking News:

Berita Internasional

Ekstrak Ganja Berkhasiat bagi Pasien Penyakit Berat, Termasuk Kanker

THC dan CBD dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, pankreas, dan saluran empedu

Penulis: Bambang Putranto | Editor: Bambang Putranto
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi - Ladang ganja di Kampung Poncol RT 04 / RW 01 Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang yang digerebek polisi pada Senin (31/8/2020). 

Wartakotalive, Jakarta - Berdasarkan penelitian awal, pasien yang menderita sejumlah penyakit, termasuk kanker, mendapat manfaat dari pengobatan menggunakan ekstrak ganja.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO- Government Pharmaceuticals Organization) Thailand.

Menurut penjelasan peneliti GPO Nanthakan Suwanpidokkul, yang dikutip bangkokpost.com, Senin, 7 September 2020, penelitian dilakukan setelah GPO mendistribusi obat berbahan dasar ganja kepada rumah sakit pemerintah dan swasta pada Agustus tahun lalu.

Dari hasil penggunaan obat ekstrak ganja di Prasat Neurological Institute dan rumah sakit anak Ratu Sirikit, didapat temuan bahwa 10 dari 16 anak yang menderita epilepsi mengalami perbaikan kondisi.

Di Prasat Neurological Institute bahkan didapat temuan lima dari tujuh pasien penderita sklerosis ganda - sakit syaraf yang menyebabkan pasien mengalami kesulitan bicara, otot lemah dan lainnya - juga mengalami perbaikan kondisi setelah diberi obat ekstrak ganja.

Padahal tujuh pasien tersebut tak mengalami perbaikan kondisi ketika pendapat perawatan sesuai standar selama ini.

Perbaikan kondisi mereka terjadi setelah perawatan dengan menggunakan ekstrak THC (etrahydrocannabinol) dan CBD (cannabidiol) dalam dosis satu banding satu.

Menurut Nanthakan, penggunaan dosis yang sama untuk pasien kanker di National Cancer Institute juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Sebanyak 14 pasien kanker parah yang mendapat perawatan paliatif, setelah diberi obat ganja tersebut, merasakan rasa sakit mereka berkurang lebih dari 50 persen, muncul selera makan, meningkat berat badannya, dan dapat tidur lebih nyenyak.

Obat ekstrak ganja produksi Organisasi Farmasi Pemerintah Thailand
Obat ekstrak ganja produksi Organisasi Farmasi Pemerintah Thailand (bangkokpost.com)

Lembaga kesehatan pemerintah lainnya melakukan percobaan dengan mengombinasikan ekstrak THC dengan obat standar untuk 42 pasien kanker parah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved