Rabu, 22 April 2026

MotoGP

Maverick Vinales Kagum pada Performa Fabio Quartararo yang Mampu Mengalahkan Pebalap Pabrikan

Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, terkesan pada performa pebalap tim satelit Yamaha, Fabio quartararo.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
maverick25.com
Maverick Vinales 

WARTAKOTALIVE.COM, SPANYOL - Pebalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, terkesan pada performa pebalap tim satelit Yamaha, Fabio quartararo.

Sebab, pebalap asal Prancis itu untuk sementara unggul di klasemen sebagai pengumpul poin terbanyak.

Quartararo sudah mengoleksi 70 poin, sementara Vinales ada di peringkat kelima dengan 48 poin.

Seyogianya, Vinales harus tampil lebih baik mengingat statusnya sebagai pebalap pabrikan Yamaha. Yang terjadi, dia justru kalah saing.

Selama balapan pada musim ini, Vinales melihat betul perkembangan yang dialami Quartararo.

Maverick Vinales terjatuh di lap 16 atau sisa 12 lap MotoGP Styria. Balapan terpaksa dihentikan dengan dikibarkan benderah merah
Maverick Vinales terjatuh di lap 16 atau sisa 12 lap MotoGP Styria. Balapan terpaksa dihentikan dengan dikibarkan benderah merah (Twitter @MotoGP)

Vinales yang sebelumnya menjadi pebalap andalan Yamaha, kini tergusur oleh pebalap asal Prancis itu.

Dari lima lomba yang sudah digelar, Vinales belum pernah memenangi balapan. Prestasi terbaiknya hanya runner-up pada GP Spanyol dan GP Andalusia.

Akan tetapi, Quartararo sudah berhasil memenangi dua balapan yang merupakan jumlah terbanyak dari para kontestan MotoGP 2020 saat ini.

Melihat kehebatan Quartararo tersebut, membuat Vinales memujinya.

Pebalap berjuluk Top Gun itu merasa Quartararo mempunyai kelebihan saat melakukan pengereman yang sangat andal.

Fabio Quartararo pole position MotoGP Malaysia
Fabio Quartararo pole position MotoGP Malaysia (twitter @motoGP)

"Fabio sangat hebat saat melakukan pengereman. Cara dia mengerem dan dan menyetabilkan ban belakang sangat cocok untuk Yamaha. Saya belajar banyak belajar darinya tentang pengereman dan saya belajar untuk meningkatkan diri saya di dalam bidang ini," katanya dikutip dari Tuttomotoriweb.

Quartararo juga sempat mengakui jika kelebihan yang dimilikinya adalah teknik pengereman.

"Pengereman setelah jalan lurus menjadi kekuatan saya. Itu tidak berubah ketika saya pindah ke MotoGP. Tapi jujur saja, saya sempat kesulitan membiasakan diri dengan rem pada awal tahun lalu. Tapi saya bisa beradaptasi dengan cepat," kata pebalap berusia 21 tahun ini.

Sementara itu, peluang pebalap andalan Repsol Honda, Marc Marquez untuk meraih trofi juara sudah tertutup.

Karena pebalap Spanyol itu sudah absen empat lomba. The Baby Alien diprediksi akan menepi setidaknya hingga Oktober mendatang.

Cedera yang dialami Marquez membuatnya berada dalam situasi sulit untuk bisa mempertahankan gelar juaranya.

Hal itu juga ada dalam benak Kepala Tim KTM Tech3, Herve Poncharal. Dia menilai peluang Marquez untuk menjadi juara telah sirna.

Meski begitu, Poncharal menilai semangat juang Marquez bakal membawa sang pebalap untuk kembali lebih cepat.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez. (michelinmotorsport.com)

"Kans merebut gelar juara telah hilang, namun saya yakin Marc Marquez akan kembali pada sisa musim 2020 ini," katanya.

Poncharal merasa pembalap asal Spanyol itu bisa menemukan kembali kepercayaan diri dengan turun pada beberapa balapan terakhir musim ini.

"Saya pikir bagus apabila dia bisa tampil dalam beberapa balapan terakhir sebelum liburan musim dingin," ujar Poncharal.

"Anda bisa mendapatkan kembali rasa kepercayaan diri bahwa Anda masih cepat. Sebab, ada banyak hal telah muncul di benak para pebalap."

"Bahkan jika Anda adalah seorang Marc Marquez sekalipun dan memenangi begitu banyak balapan dan juga kejuaraan,"

Marc Marquez masih belum mendulang poin lantaran satu-satunya penampilannya di MotoGP berakhir dengan hasil gagal finis.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved