Breaking News:

Berita Nasional

Dinobatkan sebagai Ustaz Nomor 2 Paling Radikal, Felix Siauw: Bagi Fir'aun, Musa itu Radikal Habis!

Ustaz Felix menilai, dengan adanya komentar tersebut, penguasa mengesankan, seolah masalah dan ancaman terbesar bagi Indonesia adalah radikalisme.

Instagram @felixsiauw/ https://kemenag.go.id
Ustadz Felix Siauw dan Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Beberapa waktu lalu Menteri Agama Fachrul Razi memberikan pernyataan soal masuknya paham radikalisme ke masjid.

Menteri bilang, cara masuk paham radikal dilakukan oleh orang yang berpenampilan bagus atau good looking.

Komentar ini segera menjadi kontroversi di media sosial.

Banyak protes yang dilakukan terkait pernyataan itu.

Bahkan, orang-orang justru meledek menteri agama dengan memposting foto penampilan mereka kemudian mencantumkan tagar good looking.

Fachrul Razi Diledek dan Dikecam soal pernyataan Radikalisme-Good Looking, Kemenag beri Klarifikasi

Umumkan Kehamilan Pertama, Zaskia Sungkar Ungkap Betapa Manjurnya Doa Orangtua

Ustaz Felix Siauw menanggapi komentar dari menteri agama tersebut.

Ustaz Felix menilai, dengan adanya komentar tersebut, penguasa mengesankan, seolah masalah dan ancaman terbesar bagi Indonesia adalah radikalisme.

"Sehingga untuk de-radikalisasi, harus dilakukan apapun juga, termasuk 3-4 menteri yang khusus diangkat untuk de-radikalisasi, termasuk Menteri Agama," tulis Felix Siauw di akun Instagramnya, dikutip Wartakotalive.com, Minggu (6/9/2020).

Feliz Siauw mengemukakan, ia sudah curiga bahwa program de-radikalisasi yang dicanangkan selama ini merupakan upaya untuk melakukan de-Islamisasi.

Gagal Nikah karena Berstatus Janda dan Isu Video Porno, Angela Tee: Masihkah Ada Manusia yang Tulus?

Laporan Kelompok Masyarakat Minang terhadap Puan Maharani Ditolak Bareskrim, Begini Alasan Polisi

"Sejak awal 2017, di Masjid Gede Kauman Jogja saya sudah sampaikan, saya curiga program De-Radikalisasi dari penguasa sebenarnya adalah De-Islamisasi

Kenapa? Sebab semua program De-Radikalisasi ini hanya tertuju kaum Muslim, terutama yang disebut "Barisan 212", atau Muslim yang selama ini punya pandangan berbeda dengan mereka," jelasnya.

Di sisi lain, Felix Siauw menilai, penguasa menjadikan radikalisme sebagai threat, ancaman, ketakutan, lalu menjual "obat" dari radikalisme itu, seolah jadi pahlawan, padahal sangat sarat kepentingan

Misal, terang dia, menuduh Perguruan Tinggi Negeri radikal, membesar-besarkan di media, lalu mengganti rektor, menghapus pogram kaderisasi Masjid, dan diberikan pada siapapun pendukungnya, agar tak ada kritik

"Dalam kasus "Radikalis Good-Looking", Menag jelas menawarkan solusi, "Agar pengurus masjid itu dari pemerintah", agar bisa kendalikan aktivitas Masjid. Persis kayak di Cina ya?" tanyanya.

Bantah Nikah Siri dengan Tukul Arwana, Meggie Diaz Pasrah Hubungannya Belum Juga ada Kejelasan

Sering Dihujani Hujatan hingga Ujaran Kebencian, Ustaz Felix Siauw: Haters Gonna Hate

Ustadz Felix Siauw
Ustadz Felix Siauw (instagram @felixsiauw)

Lebih lanjut Felix mempertanyakan, apakah indikasi dari radikalisme yang selama ini dituduhkan kepada kelompok-kelompok tertentu, termasuk dirinya.

"Apa indikasi radikalisme itu? Standarnya apa? Lucu kan ketika salah satu lembaga survei menjadikan saya ustadz no. 2 paling radikal? Apa ukuran radikal? Kalah ganteng? Kalah pinter?

Bagi Fir'aun, Musa itu radikal abis. Bagi peradaban jahil, Islam itu mengubah secara radikal blas. Ukuran radikal apa? Kasih tau dong? Dan jangan jadi bola liar, ditentuin seenak-enaknya."

Ia menulai, sebenarnya masih banyak masalah yang penting di negeri ini ketimbang mencari-cari kesalahan suatu kelompok dengan dalih radikal.

Fadli Zon: Hanya Orang yang Tak Ngerti Sejarah Ragukan Dukungan Masyarakat Sumbar terhadap Pancasila

"Ada banyak masalah yang lebih ngeri dari "so-called radicalism". Pesta sex sejenis, kemesuman di kanal-kanal sosial-media, ekonomi meroket nggak karuan, yang jelas jauh lebih perlu ditangani

Jadi radikal ini sepertinya cuma cara untuk membungkam siapapun yang berseberangan dengan penguasa, agar semua diam terhadap kedzaliman

Nggak mau taat terserahlah, tapi jangan tuduh yang mau taat itu radikal. Nggak hafidz nggak dosa, gak good looking gapapa. Tapi curigain good-looking yang demen ke masjid. Itu jahad pak," pungkasnya.

Detik-detik sebelum Adjie Massaid Embuskan Nafas Terakhir, Minta Anaknya Panggil Reza Artamevia

Klarifikasi Kemenag

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menjelaskan maksud pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi soal masuknya paham radikalisme ke masjid.

Menurut Kamaruddin, Fachrul Razi hanya memberikan ilustrasi terkait pernyataannya tersebut.

"Statemen Menag tidak sedang menuduh siapapun. Menag hanya mengilustrasikan tentang pentingnya memagari agar ASN yang dipercaya mengelola rumah ibadah tidak memiliki pandangan keagamaan ekstrem bahkan radikal yang bertentangan dengan prinsip kebangsaan," jelas Kamaruddin melalui keterangan tertulis, Jumat (4/9/2020).

 Gagal Nikah karena Berstatus Janda dan Isu Video Porno, Angela Tee: Masihkah Ada Manusia yang Tulus?

 Laporan Kelompok Masyarakat Minang terhadap Puan Maharani Ditolak Bareskrim, Begini Alasan Polisi

Menurutnya, substansi yang harus ditangkap adalah perlunya kehati-hatian pengelola rumah ibadah, terutama yang ada di lingkungan Pemerintah dan BUMN, agar mengetahui betul rekam jejak pandangan keagamaan jemaahnya.

Kamaruddin membantah bahwa Fachrul Razi melalukan generalisasi terkait paham radikalisme.

Dirinya mengatakan pandangan itu disampaikan Menag dalam konteks seminar yang membahas Strategi Menangkal Radikalisme pada ASN.

"Jadi pandangan Menag itu disampaikan terkait bahasan menangkal radikalisme di ASN," ucap Kamaruddin.

Menurutnya, Fachrul Razi menawarkan solusi agar pengurus rumah ibadah di instansi pemerintah dan BUMN direkrut dari pegawai yang dapat diketahui rekam jejaknya dengan baik.

 Selain Dilaporkan ke Polisi, Puan Maharani Juga akan Dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI

 Krisdayanti Akui Belum Kenal Sosok Atta Halilintar, Nggak Pernah Diajak Ngobrol soal Pernikahan

Dirinya mengungkapkan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir terus berupaya menangkal masuknya pemahaman keagamaan yang ekstrem dalam lingkungan ASN.

Kemenag juga akan membuka program penceramah bersertifikat. Tahun ini, ditargetkan 8.200 peserta. Program ini bersifat sukarela, sehingga tidak ada paksaan.

"Kemenag bersinergi dengan majelis agama, ormas keagamaan, BNPT, BPIP, dan Lemhanas," ujar Kamaruddin.

"Penceramah akan dibekali wawasan kebangsaan, Pancasila dan moderasi beragama," tambah Kamaruddin.

Seperti diketahui, pernyataan Fachrul Razi soal masuknya paham-paham radikal ke masjid melalui hafiz dan orang yang menarik (good looking) menuai kecaman sejumlah pihak.

 Soal Sanksi Pelanggar PSBB Masuk ke Peti Mati, Ferdinand: Anda Tidak Jelas Kebijakannya, Nies!

 Bantah Nikah Siri dengan Tukul Arwana, Meggie Diaz Pasrah Hubungannya Belum Juga ada Kejelasan

Pandangan itu disampaikan Menag dalam acara peluncuran aplikasi ASN No Radikal yang diselenggarakan oleh Kemenpan RB.

"Caranya masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arabnya bagus, hafiz (hafal Al-Quran), mereka mulai masuk," ucap Fachrul dalam acara tersebut.

Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved