Breaking News:

Citizen Journalism

Kuliah Daring Musibah Atau Anugerah

Kemendikbud tetapkan perkuliahan di tahun ajaran baru berjalan secara daring di tengah Pandemi Covid-19. Ini pendapat dari sudut pandang mahasiswa

Warta Kota/Henry Lopulalan
Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020). Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi mahasiswa ini meminta pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim untuk memperhatikan nasib mahasiswa. Saat pandemi Covid-19 mahasiswa masih dituntut untuk membayar uang kuliah secara penuh, padahal para mahasiswa belajar tidak menggunakan fasilitas kampus. 

Kehidupan kita selalu diisi dengan belajar.

Mulai dari belajar bicara, belajar berjalan, belajar berhitung, belajar menulis, hingga belajar berbagai mata pelajaran dan mata kuliah.

Dengan demikian, belajar adalah salah satu kebutuhan manusia.

Di Bulan September 2020 ini, mahasiswa Indonesia memulai perkuliahan semester ganjil.

Namun, semester ganjil kali ini, dapat dianggap lebih spesial, lantaran kuliah dilaksanakan secara daring.

Semenjak Maret 2020, pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah masing-masing karena adanya pandemi yang melanda Indonesia.

Demi tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran, aplikasi seperti Zoom dan Google Classroom menjadi aplikasi utama dalam bertukar pengetahuan dan ilmu.

Lantas, apakah kuliah daring itu efektif?

Tentu saja, segala sesuatu memiliki kelebihan dan kekurangan, pro dan kontra, serta keuntungan dan kerugiannya masing-masing.

Jika berbicara tentang kuliah secara daring, apalagi saat genting seperti ini, tentu banyak pertimbangan yang telah dilakukan oleh berbagai penggerak pendidikan di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved