Breaking News:

Info Balitbang Kemenag

Pendekatan Pendidikan Agama tentang Kerukunan dan Toleransi Cegah Radikalisme di Sekolah

Pengembangan bahan ajar dilakukan dalam beberapa tahapan, diantaranya penyusunan draft, pembahasan, dan ujicoba/evaluasi.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Menteri Agama Fachrul Razi meminta guru pendidikan Agama Islam (PAI) agar dapat mengendalikan paham-paham keagamaan yang intoleran dan cenderung radikal terhadap peserta didiknya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Beberapa tahun terakhir, gejala merebaknya paham radikal di lingkungan Pendidikan di Tanah Air memunculkan kekhawatiran banyak pihak.

Fenomena yang justru menyimpang dari tujuan pendidikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 3.

Pasal tersebut berbunyi pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Hal ini didukung hasil survei BNPT terhadap 14. 400 responden yang terdiri dari guru, mahasiswa, dosen, dan siswa di 32 provinsi, yang menemukan 61, 23 persen responden yang mencari konten agama lewat media sosial.

Temuan yang sama juga tampak pada hasil survei yang dilakukan Setara Institute, Wahid Institute, PPIM Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, termasuk survei yang secara berkala dilakukan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Selain itu, hasil penelitian Balai Litbang Agama Makassar menemukan beberapa lembaga pendidikan yang masih menyoal simbol-simbol negara.  

Merespon gejala ini, Balai Litbang Agama Makassar mendesain kegiatan pengembangan bahan ajar yang diorientasikan pada pengayaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, khususnya di SMA/SMK.

Kegiatan itu sebagai upaya berkontribusi dalam program pencegahan paham radikal, khususnya di lembaga pendidikan, tepatnya, upaya deradikalisasi atau counter radicalism. Dalam konteks inilah kegiatan pengembangan ini dilakukan.

Metode dan Hasil Pengembangan

Bahan ajar ini dikembangkan melalui beberapa tahapan, sebagai berikut:

Halaman
123
Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved