Breaking News:

Berita Internasional

Aparat Iran Gunakan Cara Cabut Kuku dan Setrum terhadap Pendemo yang Ditangkap untuk Gali Informasi

Kekuatan setrum akan ditingkatkan terus jika ia tetap tak mau menjawab. Pemukulan juga digunakan

AP/alarabiya.net
Demo di Teheran pada Januari 2020 

Wartakotalive, Jakarta - Pemerintah Iran menggunakan metode yang mengerikan untuk menyiksa para demonstan yang tertangkap, antara lain cabut kuku, setrum alat vital, dan teror psikologis.

Menurut laporan terbaru dari lembaga Amnesty International (AI), yang dikutip alarabiya.net, Kamis, 3 September 2020, baru-baru ini pemerintah Iran menangkap banyak pemuda yang melakukan protes.

Menurut hitungan AI lebih dari 7.000 orang ditangkap, baik lelaki maupun perempuan, termasuk anak umur 10 tahun.

Penangkapan dilakukan di 28 dari 31 provinsi di Iran.

Mereka ditangkap dalam sejumlah aksi demo pada November tahun lalu. Isu yang disuarakan para pendemo adalah tolak kenaikan harga bahan bakar minyak, juga "kediktatoran".

Pemerintah Iran menjawab demo dengan kekerasan. Menurut AI, ada 304 orang tewas di tangan petugas keamanan.

Demo yang direspons dengan tembakan itu menyulut rusuh di Ibu Kota Teheran, yang membakar sejumlah bangunan, termasuk bank.

Selain pelaku demo, pihak aparat juga menangkap dan menahan pemrotes yang bersuara melalui media sosial.

Lembaga pembela hak asasi manusia yang berbasis di London, Inggris, itu mengumpulkan data melalui aneka sumber, termasuk melakukan wawancara dengan bekas tahanan, dan keluarga tahanan.

Wawancara dilakukan melalui telepon, dan jaringan internet.

Halaman
123
Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved