Breaking News:

Nasional

Polemik Ganja sebagai Tanaman Obat, Belum Lama Ditetapkan, Kementan kini Berencana Mencabutnya Lagi

Setelah menjadi polemik di publik, Kementan pun menyatakan Keppres itu akan dicabut sementara untuk dievaluasi.

Editor: Feryanto Hadi
Kompas.com
Ilustrasi daun ganja. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Keputusan Kementerian Pertanian memasukkan ganja sebagai komoditas tanaman obat binaan menjadi bahan perbincangan publik, sekaligus bahan diskusi ilmiah di berbagai kalangan.

Terhadap keputusan tersebut, masyarakat menanggapinya pro dan kontra.

Ramainya perbincangan tentang hal itu, membuat Kementerian Pertanian berpikir ulang terhadap  Keputusan Menteri Pertanian nomor 104 tahun 2020.

Bahkan, kini, Kementan berencana mencabut keputusan itu.

Sebelumnya ganja masuk ke salah satu daftar komoditas tanaman obat dalam Keputusan Menteri Pertanian nomor 104 tahun 2020.

VIDEO: Novel Baswedan Positif Covid-19, Ketua RT: Belum Ada Laporan

Diet yang Sehat Umumnya Bisa Turunkan Berat 0,5 Kg Per Minggu

Kepmen itu diteken Mentan Syahrul Yasin Limpo sejak 3 Februari 2020 lalu, namun baru ramai diberitakan hari ini.

Setelah menjadi polemik di publik, Kementan pun menyatakan Keppres itu akan dicabut sementara untuk dievaluasi.

"Kepmentan 104/2020 tersebut sementara akan dicabut untuk dikaji kembali dan segera dilakukan revisi berkoordinasi dengan stakeholder terkait," kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha dikutip dari Kompas.com, Sabtu (29/8/2020).

Pihak terkait yang dimaksud yakni Badan Narkotika Nasional, Kementerian Kesehatan, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tommy menyebut pencabutan Kepmen ini sebagai komitmen Mentan dalam pemberantasan narkoba.

"Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo konsisten dan berkomitmen mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved