Breaking News:

Ganja Sebagai Tanaman Obat atau Kepentingan Kesehatan Dicabut Kementerian Pertanian, Ini Alasannya

Pihak Kementerian Pertanian atau Kementan cabut aturan ganja jadi tanaman obat, pada 3 Februari lalu.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Ilustrasi - ganja 

“Saat ini belum dijumpai satu pun petani ganja yang menjadi petani legal, dan menjadi binaan Kementan,” kata dia.

Akan tetapi pihaknya menekankan prinsipnya izin usaha budidaya pada tanaman sebagaimana yang dimaksud pada Kepmentan 104/2020 tersebut tetaplah memperhatikan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan.

Penyalahgunaan tanaman ganja, menurutnya menjadi bagian tersendiri dan memiliki pengaturan tersendiri.

narkoba jenis ganja
Ilustrasi - narkoba jenis ganja (Tribunnews.com)

Hal itu sebagaimana tercantum dalam Pasal 67 UU No 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura.

Disebutkan budidaya jenis tanaman hortikultura yang merugikan kesehatan masyarakat dapat dilakukan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau ilmu pengetahuan, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.

Menurut Tommy, tanaman ganja adalah jenis tanaman psikotropika dan selama ini telah masuk dalam kelompok tanaman obat sejak tahun 2006, sesuai dengan Kepmentan Nomor 511/2006.

Ia menjelaskan pada 2006 Kementan telah melakukan pembinaan guna mengalihkan para petani ganja agar bertanam tanaman lain.

“Pada tahun 2006, pembinaan yang dilakukan adalah mengalihkan petani ganja untuk bertanam jenis tanaman produktif lainnya, dan memusnahkan tanaman ganja yang ada saat itu,” ujar Tommy.

Pihaknya menjelaskan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo konsisten dan berkomitmen dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Tommy mengatakan komitmen Mentan adalah memastikan pegawai Kementan bebas narkoba.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved