Breaking News:

Ganja Sebagai Tanaman Obat atau Kepentingan Kesehatan Dicabut Kementerian Pertanian, Ini Alasannya

Pihak Kementerian Pertanian atau Kementan cabut aturan ganja jadi tanaman obat, pada 3 Februari lalu.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Ilustrasi - ganja 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pihak Kementerian Pertanian atau Kementan cabut aturan ganja jadi tanaman obat.

Mengenai aturan ganja sebagai tanaman obat dicabut, dikeluarkan Kementan pada 3 Februari lalu yakni dengan mengeluarkan daftar tanaman komoditas binaan.

Diketahui, ganja masuk dalam daftar tanaman komoditas binaan.

Daftar tanaman ini tertuang di Keputusan Menteri Pertanian RI (Kepmentan) Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementan.

Polemik Ganja sebagai Tanaman Obat, Belum Lama Ditetapkan, Kementan kini Berencana Mencabutnya Lagi

Buru Pemasok, Polisi Sita 7 Karung Ganja Kering yang akan Dikirim dari Solok ke Jakarta

BNN Umbar Tembakan di Terminal Bayangan Cikokol, Dua Pelaku Simpan Ganja Kering di Keranjang Buah

Keberadaan ganja dalam Kepmentan itu pun menjadi sorotan publik.

Terkait hal tersebut, Tommy Nugraha selaku Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan mengatakan untuk sementara Kepmentan tersebut akan dicabut dan dikaji ulang.

Kementan akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Kepmentan 104/2020 tersebut sementara akan dicabut untuk dikaji kembali, dan segera dilakukan revisi berkoordinasi dengan stakeholder terkait (BNN, Kemenkes, LIPI),” ujar Tommy dalam keterangan yang diterima Kompas.com Sabtu (29/8/2020).

Ia sebut, pengaturan itu sebetulnya hanya untuk kelompok komoditas tanaman obat bagi ganja yang ditanam untuk kepentingan pelayanan medis dan atau ilmu pengetahuan, dan secara legal menurut UU Narkotika.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved