Virus CoronaJjabodetabek

Perangi Covid-19, Pemkot Depok Habiskan Anggaran Rp 64 Miliar

Anggaran ini dikatakan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Nina Suzana, digunakan untuk beragam keperluan penanganan.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Depok Nina Suzana 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Upaya menekan bahkan membebaskan diri dari penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 64 miliar.

Anggaran ini dikatakan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Nina Suzana, digunakan untuk beragam keperluan penanganan.

Seperti melengkapi fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), menyediakan alat tes Covid-19, sosialisasi, mitigasi, dan lainnya.

Nina juga memaparkan saat ini Pemkot Depok telah memiliki RSUD Tipe C denhan ruang serta tempat tidur yang terbatas.

Sehingga dengan demikian, kata Nina, pihaknya menggunakan anggaran tersebut diantaranya untuk memenuhi fasilitas yang dibutuhkan.

“Penanganan ini butuh dana besar. Belum lagi alat tes rapid dan PCR, Alat Pelindung Diri (APD), disinfektan dan lain-lain, itu semua dicover oleh anggaraan itu,” papar Nina di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Jumat (28/8/2020).

Paling Banyak, PDIP Berkoalisi dengan Golkar di 46 Daerah, dengan PKS Cuma 13

Berikut Ini Tiga Kasus yang Menjerat Djoko Tjandra Hingga Ditetapkan Sebagai Tersangka

Untuk RSUD sendiri, Nina mengatakan anggaran yang telah dikucurkan sebesar Rp 15 miliar yang dibagi menjadi beberapa tahapan.

Tak hanya itu, Pemkot Depok juga mencairkan anggaran tersebut untuk kebutuhan di Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan besaran lebih dari Rp 20 miliar.

“Belum lagi anggaran penanganan Covid-19 pada rumah sakit yang ditunjuk Pemkot Depok untuk penanganan atau isolasi, seperti RSUI, RS Bhayangkara Brimob dan lain-lain. Pastinya butuh anggaran besar,” katanya.

Meski begitu, Nina menjelaskan besaran anggaran yang telah dikeluarkan Pemkot Depok tak bisa dibandingkan dengan peningkatan jumlah kasus positif.

UPDATE Kasus Covid-19 RI 28 Agustus 2020: Rekor Baru Tambah 3.003, Pasien Positif Jadi 165.887 Orang

Terpapar Covid-19 Pegawai KPU Kota Tangerang Lakukan Test Swab Hari Jumat Ini

Sebab, dari 2,3 juta warga Depok, 60 persen diantaranya dikatakan Nina merupakan warga komuter atau mereka yang memiliki aktivitas di luar Kota Depok.

“Jangan lihat besaran nilainya dan dibandingkan dengan kasus yang melonjak. Tapi lihat juga dari kebiasaan masyarakatnya,"

"Apalagi saat ini pusat perbelanjaan, rumah makan, hotel, tempat usaha dan perkantoran sudah dibuka. Banyak juga klaster baru,” tuturnya.

Untuk itu, Nina meminta peran aktif masyarakat dalam memberantas pandemi Covid-19.

Diantaranya dengan terus meningkatkan disiplin dalam menjalani protokol kesehatan yakni menerapkan 3 M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Ayo perangi bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Lakukan 3M dimanapun dan kapanpun,” akunya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved