Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Berita Terkonfirmasi, Sanksi Disekap Dalam Peti Mati karena Tidak Pakai Masker Dipastikan Hoax

Sanksi Tidak Pakai Masker Disekap Dalam Peti Mati Lima Menit Dipastikan Hoax. Camat : Jangankan lima menit masuk peti, semenit saja sudah susah

Instagram @katreen_markus
Status Katreen Markus. Dalam status tersebut Katreen menyebut pelanggar PSBB, khususnya yang tidak mengenakan masker diberikan sanksi berupa disekap di dalam peti mati selama lima menit 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kabar soal sanksi pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB), khususnya tidak mengenakan masker yang akan dihukum selama lima menit di dalam peti mati viral di media sosial.

Kabar itu diunggah oleh Katreen Markus lewat story instagramnya @katreen_markus pada Jumat (28/8/2020).

Dalam statusnya, Katreen menjelaskan hukuman tersebut diberikan kepada mereka yang tidak mengenakan masker selama PSBB transisi Jakarta.

Pelanggar akan disekap di dalam peti mati selama lima menit oleh petugas yang berjaga di perempatan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan. 

"Yg lewat Fatmawati tdk menggunakan masker akan di hukum masuk peti mati selama 5 mnt... bagaimana gaesss msh gk mau pake maskerrr..," tulis Katreen.

Namun, sesaat sreenshot status instagramnya tersebar luas di media sosial, akun Katreen yang sebelumnya terbuka kini terlihat terkunci.

Baik status maupun postingannya hanya dapat dilihat oleh para pengikutnya saja.

Sempat Tak Aktif di Sosial Media, Adhisty Zara Kembali Mengunggah Sebuah Foto di Instagramnya

Terkait hal tersebut, Camat Cilandak, Jakarta Selatan, Mundari membantah kabar tersebut.

Dirinya menegaskan sanksi berupa berdiam diri di dalam peti mati adalah hoax.

"Yang kabar itu ya, nggak benar itu," katanya. 

Mundari menuturkan, sanksi sangakt tidak manusiawi.

Sebab, seseorang dipastikannya akan kesulitan untuk bernafas apabila beridiam diri dalam peti mati.

Ini 3 Negara yang Akan Jadi Lokasi TC Timnas U-19 Bila Piala Asia U-19 Ditunda

"Jangankan lima menit masuk peti, semenit saja sudah susah bernafas pasti," ungkap Mundari.

"Yang pasti kita menjalankan sesuai Perda yang ada. Tetapi untuk hukuman masuk peti ya tidak begitu juga lah," tutupnya. 

Pocong Gentayangan

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Jakarta Selatan tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar disipilin menjalankan protokol kesehatan pencegahan virus corona atau covid-19.

Bahkan, cara ekstrim pun dilakukan untuk mensosialisasikan gerakan 3M guna mencegah penyebaran covid-19.

Pihak Kecamatan Cilandak misalnya.

Bersama warga dan jajaran Polsek Cilandak, mereka mengarak sebuah peti mati di perempatan Jalan Raya Fatmawati.

Sejumlah petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) itu terlihat mengarak sebuah peti mati.

Tidak hanya itu, petugas pun beraksi sebagai setan pocong untuk menggambarkan berbahanya covid-19.

 Tidak Pakai Masker, 55 Orang Terjaring Operasi Tibmask di Kecamatan Jagakarsa

Camat Cilandak, Mundari mengatakan, peti mati sengaja ditampilkan untuk membuat masyarakat takut dengan penularan covid-19.

Sehingga masyarakat lebih disiplin menjalankan program 3M yakni, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

 Tidak Manfaatkan Lahan dan Kerap Kebakaran, Pemkab Pelalawan Cabut Izin Usaha Perkebunan PT TUM

"Keranda ini sebagai tanda saja, kalau dia enggak takut juga, waduh bingung saya dan sekalian saja kami bawakan pocong supaya takut," ucap Mundari saat ditemui di Jalan Fatmawati Raya, Rabu (26/8/2020).

Dalam kegiatan sosialisasi protokol kesehetan covid ini, pihaknya juga membagikan masker secara gratis kepada warga pengguna jalan.

Kegiatan sosialisasi prokol kesehatan, akan terus dilakukan selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi masih berlaku.

 Berulang Kali Digerebek, Pemilik Tempat Penampungan TKI Ilegal di Ciracas Diminta Buat Pernyataan

Meskipun dalam masa sosialisasi, penindakan terhadap warga yang tidak memakai masker tetap dilakukan petugas.

"Walau saat sosialisasi, namun jika kita lihat ada pengguna jalan yang tidak menggunakan masker tetap kita lakukan penindakan," katanya.

Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved