Jika Selama Dua Pekan Ini Tidak Turun Hujan, 305 Hektar Sawah di Kabupaten Bogor bisa Gagal Panen

apabila petani mengalami kerugian akibat kekeringan ini, nantinya akan mendapat bantuan. Yakni asuransi Rp 6 juta per hektar

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Adhy Kelana
Petani mengolah sebagian tumbuhan padi yang tersisa di persawahan padi di kawasan Kecamatan Cibarusa, Rabu (3/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR --- Kekeringan yang melanda di musim kemarau ini mengakibatkan sebanyak 305 hektar sawah di Kabupaten Bogor terancam gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikul­tura dan Perkebunan Kabupa­ten Bogor, Siti Nurianti mengatakan bahwa ratusan hektar sawah ini bakal gagal panen jika dalam 2 pekan ke depan tidak turun hujan.

“Di Jonggol 164 hektar dan di Sukamakmur 138 hektar sawah terancam gagal panen. Kalau dalam dua minggu tidak ada hujan, akan gagal panen,” kata Siti Nurianti kepada wartawan, Selasa (25/8) seperti dilansir TribunnewsBogor.com.

Untuk mengatasi persoalan itu, pihak Pemerintah Kabupaten Bogor mengirim pompa air demi membantu para petani padi yang mengalami kekeringan ini menurutnya juga tidak maksimal.

Sebab, kata Siti, cukup sulit menemukan sumber air di sekitaran sawah.

“Sudah kirim pompa air. Tapi, masalahnya tidak ada sumber air,” kata Siti.

Meski begitu, apabila petani mengalami kerugian akibat kekeringan ini, nantinya akan mendapat bantuan.

Yakni asuransi Rp 6 juta per hektar bagi petani yang sudah terdaftar di asuransi tani.

“Sebagian besar sudah ikut asuransi tani,” ungkapnya.

Jika hujan tak juga kunjung turun dalam beberapa pekan ke depan, Siti memprediksi ancaman gagal panen ini akan lebih meluas.

Diketahui, laporan adanya kekeringan di Kabupaten Bogor akibat musim kemarau tahun 2020 ini sudah muncul sejak akhir Juli 2020 lalu dan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada September 2020.

Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved