Breaking News:

Gedung Kejaksaan Agung Kebakaran, Kapuspenkum: Curiga Kalau Tidak Didukung Bukti Bisa Fitnah

Menanggapi hal itu, Kapuspenkum Kejaksaaan Agung Hari Setiyono mengaku keberatan dengan anggapan tersebut.

Warta Kota/Alex Suban
Api melalap gedung utama Kantor Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2020) malam. Warta Kota/Alex Suban 

"Jangan sampai kebakaran beberapa waktu lalu justru dijadikan dalih untuk menghentikan langkah membongkar skandal korupsi ini," bebernya.

Kurnia menegaskan, ICW sejak awal meragukan komitmen Kejaksaan Agung dalam menangani perkara yang melibatkan jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Terlebih lagi, banyak kejadian yang menciptakan situasi skeptisisme publik.

Politikus PDIP: Pemimpin Saja Tidak Melakukan Protokol Kesehatan, Gimana Mau Memerintah?

Mulai dari dikeluarkannya pedoman pemeriksaan jaksa, pemberian bantuan hukum kepada jaksa Pinangki, dan terakhir terbakarnya Gedung Kejaksaan Agung.

"Maka dari itu, ICW mendesak agar KPK segera mengambil alih penanganan perkara ini."

"Sebab, berdasarkan pasal 11 UU KPK, lembaga anti-rasuah diberi kewenanganan untuk menangani perkara korupsi yang melibatkan penegak hukum, dalam hal ini jaksa Pinangki Sirna Malasari," papar Kurnia.

Tanggapan KPK

KPK didesak mengambil alih kasus korupsi yang menyeret Djoko Tjandra, imbas dari terbakarnya Gedung Kejaksaan Agung pada Sabtu (22/8/2020) malam.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, lembaga anti-rasuah menghargai permintaan tersebut.

"KPK menghargai masukan dan pendapat masyarakat terkait agar KPK ambil alih kasus yang melibatkan Djoko S Tjandra," kata Ali lewat pesan singkat, Senin (24/8/2020).

Jokowi Minta Menterinya Konsultasi dengan Profesor Wiku Sebelum Bicara Soal Covid-19 kepada Publik

Namun demikian, Ali berujar, dalam kasus yang diduga melibatkan Djoko Tjandra, KPK melalui Kedeputian Penindakan saat ini telah melaksanakan koordinasi aktif dengan Polri dan Kejaksaan.

Ali mengatakan, KPK mendorong Polri dan Kejaksaan untuk terus mengungkap dugaan keterlibatan pihak-pihak selain yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Hingga saat ini KPK masih memantau progress penanganan perkaranya."

Wilayah Jabodetabek Ini Bakal Diguyur Hujan Sedang Hingga Lebat pada 24 Agustus 2020 Siang-Sore

"Dan apabila ditemukan adanya indikasi hambatan yang dihadapi oleh Polri maupun Kejaksaan, maka KPK sesuai kewenangan dalam Pasal 10A UU KPK tentu siap untuk ambil alih kasusnya," jelasnya.

Selain didesak mengambil alih kasus Djoko Tjandra, KPK juga diminta ikut menyelidiki penyebab terbakarnya Kantor Kejagung.

Ali mengaku, KPK masih menunggu hasil analisa dari pihak yang berkompeten mengenai penyebab kebakaran.

"Terkait peristiwa kebakaran di Kejagung, tentu lebih bijak jika menunggu hasil pemeriksaan penyebab kebakaran tersebut dari pihak-pihak yang berkompeten untuk itu," ucap Ali. (Igman Ibrahim)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved