Breaking News:

Personal Lockdown Diyakini Wali Kota Depok Jadi Senjata Ampuh Masyarakat Hadapi Pandemi Covid-19

Diantaranya selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta menghindari keramaian.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris (tengah berpeci) meresmikan Mall The Park Sawangan yang berlokasi di Jalan Ciputat Raya - Parung, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Kamis (16/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- Merasa kesulitan melakukan lockdown di tingkat kota, Pemerintah Kota Depok memilih menerapkan personal lockdown.

"Kami tidak bisa menerapkan lockdown tingkat kota, karena secara geografis Depok adalah epicentrum dan berbatasan dengan banyak kota-kota besar, sehingga yang harus dikedepankan adalah personal lockdown," kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2020).

Dengan personal lockdown ini, Idris meyakini sebagai salah satu cara yang bisa diterapkan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Diantaranya selalu menggunakan masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta menghindari keramaian.

"Jadikan hal tersebut menjadi kebutuhan dan kebiasaan baru bagi setiap personal di masa pandemi Covid-19," kata Idris.

Dikatakan Idris, hingga kini Kota Depok masih saja mengalami penambahan jumlah pasien Covid-19.

Dalam Konseling Edukasi Club atau Kece terkait 3M, petahana yang akan kembali maju di Pilkada Depok 2020 ini juga kembali menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19.

Pada umumnya, kata Idris, terjadi peningkatan kasus Covid-19, sehingga dengan demikian waega harus turut menjaga diri serta anak-anak dari penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Depok Sri Utomo juga mengatakan imbauan tersebut hendaknya turut disampaikan kepada masyarakat luas, khususnya anak-anak.

Hal itu disampaikan Sri lantaran dirinya melihat masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Kita harus mengenakan masker, mari ajak anak-anak kita untuk mengikuti aturan protokol," ujar Sri.

"Apabila tidak ada kepentingan yang mendesak, hendaknya tidak mengajak anak berpergian ke mal atau tempat-tempat yang berkerumun," kata Sri lagi.

Sebelum Diterima Jadi Relawan Uji Vaksin, 400 Warga Binaan Wajib Lewati Tes dan Syarat Ini Dulu

Potensi Para Guru Terpapar Covid-19 Tetap Ada Meski Siswa Belajar Online di Rumah

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved