Breaking News:

Pilkada Tangsel

Dorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Rahayu Saraswati Hadirkan Pakar Hukum dan KUPI

Dorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Rahayu Saraswati Hadirkan Pakar Hukum dan KUPI, Berikut Penjelasannya

istimewa
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo calon Wakil Wali Kota Tangsel 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Komitmen Pendiri Parinama Astha (ParTha), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam memperjuangkan kepentingan ibu dan anak, khususnya korban perdagangan manusia terus diupayakan.

Kali ini, perempuan yang akrab disapa Sara itu mengundang sejumlah pakar sekaligus pemerhati perempuan dalam webminar yang digelar lewat chanel Youtubenya @Lets Talk With Sara pada Jumat (20/8/2020) malam.

Dalam kesempatan tersebut dirinya mengundang Badriyah Fayumi dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dan Pakar Hukum Valentina Sagalas.

Badriyah Fayumi mengungkapkan dukungannya dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual tidak hanya berasal dari prespektif Islam semata.

Menurutnya, terdapat empat hal yang mendasari, antara lain Keislaman, Kebangsaan, Kemanusiaan dan Kesemestaan.

"Keislaman, karena terdiri dari berbagai para ulama, akademisi Islam yang punya perhatian dan concern (perhatian) terhadap perempuan. Kebangsaan, jadi kami memandang agama itu tidak boleh dipisahkan dengan keberadaan kita sebagai sebuah bangsa, menjaga bangsa dan tanah air itu bagian dari keimanan yang tidak bisa di pisahkan dari kita beragama," ungkap Badriyah Fayumi.

"Kemanusiaan, agama ini di gunakan untuk kemaslahatan umat manusia di dunia dan di akhirat. Kesemestaan, manusia dan alam semesta itu sama-sama menjadi subjek, kelestarian alam juga menjadi pandangan penting bagi KUPI, ketika melihat sebuah persoalan," tambahnya.

Ketika ada suatu masalah dijelaskannya terdapat pembahasan masalah yang disebut fatwa.

Fatwa itu diambil dari Al Quran, hadist, pandangan para ulama, konstitusi negara, dan pengalaman hidup perempuan.

"Mengapa konstitusi negara kita jadi rujukan? karena kita beragama tidak mungkin tanpa wadah yaitu negara, dan negara membuat UUD 45 yang isinya tidak bertentangan dengan agama," ungkap Badriyah Fayumi.

Halaman
1234
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved