Breaking News:

Kasus Prostitusi

Dua Kali Lakukan Razia Di Karaoke Executive Venesia BSD, Satpol PP Gagal Ungkap Praktik Prostitusi

Dua Kali Lakukan Razia Di Karaoke Executive Venesia BSD, Satpol PP Kota Tangsel Gagal Ungkap Praktik Prostitusi. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Al Fachry akui pihak manajemen Karaoke Executive Venesia BSD, Serpong kerap mempersulit pihaknya kala melakukan razia.

Kesulitan yang kerap dialami pihaknya berupa akses masuk yang tidak diberikan petugas sekuriti serta manajemen Venesia BSD.

"Kita mau masuk, aksesnya itu kan satu parkir kartu khusus. Nah kita datang nih kita cari-cari tuh, satpamnya siapa yang megang akses, alasannya ini lah itu lah, dipersulit. Gimana mau masuk orang kita enggak ada aksesnya," kata Muksin saat dikonfirmasi, Tangsel, Kamis (20/8/2020).

Muksin mengklaim pihaknya telah dua kali merazia tempat hiburan tersebut sejak diberlakukannya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Tangsel.

Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Anak Amien Rais dengan Wakil Ketua KPK

Namun dalam dua kali melakukan razia, Satpol PP Kota Tangsel selalu dipersulit hingga mendapati lokasi yang sepi dari aktifitasnya.

"Masuknya tembus, cuman pas begitu kita naik sudah sepi, sudah gelap," jelasnya.

Sementara itu, Direktorak Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengamankan 60 orang dalam razia terkait tindak pidana penjualan orang itu.

Dari 60 orang yang terjaring razia masing-masing memiliki peran berbeda yakni 47 wnaita pekerja seks komersial (PSK), 7 orang sebagai mucikari, 3 orang kasir, 1 orang supevisor, 1 orang manager operasional, 1 orang sebagai general manager. 

Sebut Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 90,45 Miliar untuk Influencer, ICW Pertanyakan Peran Kehumasan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved