Virus Corona

Korban Jiwa Akibat Virus Corona di Iran Sudah Menembus angka 20.000

Iran berada di urutan ke-11 dalam jajaran negara yang menderita kasus terbanyak

Penulis: | Editor: Bambang Putranto
Gettyimage via BBC.com
Petugas kebersihan Iran menyemprotkan disinfektan pada kuil Masumeh di kota Qom. 

Wartakotalive, Jakarta - Korban jiwa akibat infeksi virus corona di Republik Islam Iran menembus angka 20.000, tertinggi di antara negara di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Kesehatan Iran hari ini mengumumkan bahwa dari 350.200 kasus positif covid-19, sebanyak 20.125 meninggal dunia.

Angka tersebut merupakan total kasus dari semenjak negeri itu dilanda pandemi virus corona pada Februari lalu.

Iran termasuk negara di Timur Tengah yang paling awal mengalami pandemi virus itu.

Penularan infeksi di negara berpenduduk sekitar 80 juta orang itu sempat melambat, sehingga pemerintah membuka peraturan ketat karantina.

Namun, sejak Juni lalu kasus infeksi melonjak kembali.

Iran berada di urutan ke-11 dalam jajaran negara yang menderita kasus terbanyak.

Sebagai pembanding kasus, angka kasus covid-19 di Indonesia sebanyak sekitar 150.000, dengan kematian mencapai 6.300 orang.

Meski angka kasus masih tinggi, pemerintah Iran membolehkan penyelenggaraan ujian masuk perguruan tinggi.

Ujian tersebut akan diselenggarakan dalam pekan depan, dengan peserta sekitar 1 juta orang.

Ujian masuk PT biasanya digelar secara massal.

Peserta menjalani ujian di ruang tertutup, dan stadion terbuka.

Kalangan kesehatan sudah mewanti-wanti bahwa sebaiknya ujian masuk PTN itu ditunda, karena selama ujian berlangsung selama sekitar 4 jam, peserta duduk berdekatan.

Namun, pemerintah tetap bersikeras melonggarkan atura karantina untuk mengatasi masalah ekonomi rakyat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved