Breaking News:

Kekerasan Terhadap Anak

Jadi Pendiam dan Kerap Menangis, Bocah SD yang Dianiaya Tetangganya Bakal Jalani Trauma Healing

Dengan adanya theraphy healing, ia berharap korban dapat sembuh dari traumanya dan kembali ceria seperti sedia kala.

Istimewa
ILUSTRASI Kekerasan terhadap anak. 

Sebelum membawa AAF theraphy healing ke Rumah Sakit Polri, pihak kepolisian akan memeriksa psikis korban terlebih dahulu.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Anak korban penganiayaan di Kota Bekasi, AAF (10), akan diberikan trauma healing menyusul dugaan kekerasan yang dialaminya.

Pasalnya, bocah 10 tahun itu menjadi pendiam dan kerap menangis usai kasus penganiayaan yang menimpanya.

Demikian Kasatreskrim Polres Metro Bekasi AKBP Heri Purnomo ketika dihubungi.

AAF dianiaya dua orang dewasa lantaran salah satu anak yang anggota keluarganya mengaku dimarahi AAF.

Padahal, ketika itu AAF sedang membela temannya yang diusili anak itu.

“Kalau masih trauma, saya belum tahu ya ini dia trauma apa ngga ya. Kalau ada trauma ya kita bawa ke Rumah Sakit Polri, kan ada psikolognya di sana,” ujar Heri saat dihubungi, Rabu (19/8/2020).

Bocah Kelas 6 SD di Kota Bekasi Dianiaya Tetangga Sendiri, Ada Bekas Tindak Kekerasan di Kepala

Sebelum membawa AAF theraphy healing ke Rumah Sakit Polri, Heri mengatakan pihak kepolisian akan memeriksa psikis korban terlebih dahulu.

Dengan adanya theraphy healing, ia berharap korban dapat sembuh dari traumanya dan kembali ceria seperti sedia kala.

“Kalau psikis terganggu harus sama psikolog (sampai sembuh diobati),” tutur dia.

Bekas luka di kepala

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved