Liga Champions
PSG vs Leipzig: Pernah Jadi Murid Thomas Tuchel, Julian Nagelsmann Tak Punya Perasaan Sentimentil
Julian Nagelsmann berambisi mengalahkan Paris Saint Germain yang diasuh mantan pelatihnya Thomas Tuchel. Nagelsmann ingin membawa timnya ke final
Penulis: Rusna Djanur Buana | Editor: Rusna Djanur Buana
Pelatih RB Leipzig Julian Nagelsmann menegaskan tidak ada rasa sentimentil saat berhadapan dengan sang guru Thomas Tuchel yang saat ini menukangi Paris Saint-Germain.
Kedua tim bertemu di semifinal Liga Champions Rabu (19/8) di Stadion Estadio do Sport Lisboa e Benfica.
Nagelsmann (33) tercatat sebagai pelatih termuda yang sukses menembus semifinal Liga Champions.
Eks bek tengah Augsburg ini mempermalukan dua pelatih kawakan Jose Mourinho dan Diego Simeone di dua fase sebelumnya yakni babak 16 besar dan perempat final.
Tugas berikutnya Nagelsmann harus mengalahkan Thomas Tuchel yang tak lain adalah mentornya.
Tuchel adalah pelatih Nagelsmann saat keduanya masih di tim cadangan Augsburg 12 tahun silam.
Karier Nagelsmann sebagai pemain terhenti setelah mengalami cedera lutut parah.
Nagelsmann mengaku sangat terpukul dan berjanji tidak akan menekuni di dunia olahraga.
Pasalnya dia sudah bermain bola sejak kecil dan kariernya harus berakhir tragis.
"Saat itu saya masih terikat kontrak dan pada suatu hari Tuchel mengatakan bahwa saya bisa jadi pelatih.
Hubungan kami tidak terlalu dekat, lebih pada hubungan pragmatis saja.
Sejak itu saya membantu Tuchel menganalisa kekuatan lawan, sampai kontrak saya berakhir," kata Nagelsmann.
"Tentu saja saya harus tetap berterima kasih kepada dia, setidaknya dia yang memberi ide untuk menjadi pelatih.
Setelah itu saya bekerja dengan Alexander Schmidt menjadi asisten pelatih di tim bayern Muenchen U-17," tuturnya.
Nagelsmann menyebut timnya harus bermain di level terbaik untuk menunmbangkan sang guru.
Terlebih PSG mendapat darah segar setelah Kylian Mbappe pulih dari cedera dan Angel Di Maria telah selesai menjalani hukuman laga.
Statistik menunjukkan Nagelsmann tiga kali bertemu dengan Tuchel di laga kompetitif.
Hasilnya Nageslmann kalah dua kali dan sekali imbang.
Sementara itu gelandang PSG Ander Herrera mengingatkan bahwa PSG bukan hanya Neymar, Di Maria, dan Mbappe.
Mereka masih memiliki Pablo Sarabia yang andal dalam membuat gol dan menciptakan asis.
• Jelang Duel Leipzig vs Paris Saint-Germain, Ujian Mental Pemain Muda Leipzig
"Leipzig menunjukkan mereka adalah tim bagus, tapi beberapa pemain PSG telah kembali dan saya yakin kami menembus final," kata Herrera.
Bek PSG Marquinhos mengingatkan timnya. Menurutnya Laipzig akan mengandalan kecepatan pemain yang rata-rata masih muda.
PSG harus belajar dari kekalahan Atletico Madrid.
"Mereka punya banyak pemain muda yang tidak kenal rasa takut. Kami harus bermain di level tertinggi dan di laga seperti ini, status tim elit tidak punya arti apapun," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/julian-nagelsmann.jpg)