Breaking News:

Virus Corona

Ketua Umum PP Muhamaddiyah: Pandemi Covid19 Itu Nyata, Rumah Sakit dan Isolasi Jadi Saksi Kunci

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa pandemi Covid-19 itu nyata dan bukan maya.

SuaraMuhammadiyah.id
Ketua Umum PP Muhamaddiyah Prof Haedar Nashir bicara soal pandemi Covid-19 

WARTAKOTALIVE.COM -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa pandemi Covid-19 itu nyata dan bukan maya.

“Lebih tujuh juta orang di berbagai negara terjangkit dan 400 ribu lebih meninggal. Di Indonesia setiap hari berapa saudara-saudara sebangsa terinfeksi positif dan meninggal dunia. Sungguh, wabah ini mematikan. Mencegahnya diutamakan untuk menyelamatkan jiwa dan kehidupan bersama,” tutur Haedar pada Selasa (18/8/2020) dikutip Wartakotalive.com dari laman Muhamaddiyah.id.

Haedar menambahkan, mencegah penularan dan sikap seksama itu wujud optimalisasi ikhtiar, bukan takut dan paranoid.

“Kalau masih kurang percaya, lihatlah sekitar kita. Penyakit ini kenyataannya cepat menular dan berbahaya. Rumah sakit dan tempat-tempat isolasi menjadi saksi kunci. Para dokter dan tenaga kesehatan bertugas dengan resiko tinggi, banyak yang terkena dan meninggal sebagai syuhada. Adakah tersisa iba pada nasib sesama,” tutur Haedar.

Kisah Dokter 30 Tahun di Semarang Meninggal karena Covid-19, Kesulitan dapat RS karena Penuh

Pandemi Covid-19, Kecamatan Matraman Larang Warganya Gelar Lomba Agustusan

Haedar juga mengatakan, memulai kebiasaan baru memang niscaya, tetapi bukan untuk dipaksakan.

Keselamatan diri dan sesama diutamakan. Jika tidak terlalu penting dan masih bisa daring, kenapa harus berkegiatan massal?

“Belajarlah bijak dan empati. Nyawa manusia itu tak ternilai harganya. Menjaga jiwa bahkan bagian dari syariat Agama,” pungkas Haedar.

Mahfud MD: Banyak Dokter Meninggal Tangani Pasien Covid karena Kelelahan dan Stres

Tingkat kematian tenaga kesehatan akibat infeksi virus corona di Indonesia disebut-sebut menjadi angka kematian tertinggi di di antara negara Asia Tenggara, bahkan di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan - Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, banyak dokter meninggal dunia disebabkan kelelahan dan stres menangani pasien Covid-19.

Pemerintah memberikan santunan dan penghargaan untuk dokter yang meninggal tersebut.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved