Breaking News:

Film

Banyak Link Film Perjuangan Kemerdekaan Disebar Menteri di WhatsApp, Joko Anwar: Saya Patah Hati

Link film itu adalah film-film perjuangan para pahlawan saat memperebutkan kemerdekaan Indonesia dan digarap sineas Indonesia.

Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Joko Anwar di peluncuran ponsel Samsung di The Ritz Charlton, Pacific Place, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020). Joko Anwar patah hati setelah mengetahui banyak link film perjuangan disebar di WhatsApp. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebelum peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020), beredar banyak link film di YouTube.

Link film itu adalah film-film perjuangan para pahlawan saat memperebutkan kemerdekaan Indonesia dan digarap sineas Indonesia.

Belakangan diketahui, penyebar link film perjuangan tersebut adalah pejabat menteri yang kemudian meminta maaf.

Ilustrasi film perjuangan
Ilustrasi film perjuangan (Tribunnews.com)

Begitu kecewanya, sutradara Joko Anwar sampai berkicau di akun Twitternya.

"Apakah benar ada seorang menteri @jokowi membagi-bagikan link film-film Indonesia di Youtube yang di-upload secara ilegal?" kicau Joko Anwar di akun Twitter @jokoanwar, Senin siang.

"Kalau benar, ijinkan saya patah hati dan hilang harapan pemerintah Indonesia serius mendukung atau paham industri kreatif," lanjutnya.

Banyak Link Film Perjuangan Disebar di Aplikasi WhatsApp, Ini Komentar Joko Anwar dan Ernest Prakasa

Film Tema Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Dari Janur Kuning, Serangan Fajar Sampai Soegija

Ernest Prakasa, sutradara dan bintang film, juga mengungkapkan hal yang sama seperti Joko Anwar.

Menurut Ernest Prakasa, niat yang dilakukan pejabat menteri tersebut baik dengan membagikan link nonton film melalui YouTube.

Apalagi untuk membangkitkan semangat nasionalisme ke masyarakat melalui film perjuangan.

Ernest Prakasa yang ditemui di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).
Ernest Prakasa yang ditemui di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

"Kejadian membagikan link video atau film bajakan itu menunjukkan literasi hak kekayaan intelektual (HAKI) di Indonesia masih sangat rendah," kata Ernest Prakasa di akun Instagram, Senin siang.

"Jangankan masyarakat, menteri saja tidak menyadarinya. Kami yang berkarya, apapun bidangnya, harus lebih sabar dalam literasi HAKI," kata Ernest Prakasa.

Mulai Digarap di Yogyakarta, Hanung Bramantyo Persembahkan Film Gatotkaca Untuk Anak-anak Indonesia

Syuting Film Gatotkaca di Sleman, Hanung Bramantyo Kantongi Izin dari Sri Sultan Hamengku Buwono X

Menurut Ernest Prakasa, apabila ada yang belum sadar telah melanggar HAKI, si pelaku tidak menyadari bahwa perbuatannya itu salah.

"Kalau melihat ya jangan langsung ngegas. Kita sebagai pelaku industri kreatif, sebaiknya memberikan edukasi bahwa film nggak bisa di upload di YouTube karena itu melanggar HAKI," kata Ernest Prakasa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved