Breaking News:

Berita Politik

Din Syamsudin, Rocky Gerung hingga Said Didu Deklarasikan KAMI, I Kadek Andre: Sarat Muatan Politis

Di tengah Indonesia berjuang melawan krisis COVID-19, gerakan yang direncakan KAMI juga dinilai akan memperkeruh situasi negara

Editor: Feryanto Hadi
Dokumentasi pribadi
Ketua Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) I Kadek Andre Nuaba 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA– Dibentuknya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada awal Agustus 2020 lalu menuai berbagai kontroversi dikalangan publik.

Diketahui, koalisi tersebut digagas oleh sejumlah tokoh dan aktivis seperti Din Syamsudin, Ahmad Yani, Refly Harun, Rocky Gerung, Abdullah Hehamahua, Said Didu dan lain-lainnya.

KAMI juga berencana akan menyampaikan Maklumat Selamatkan Indonesia dengan 8 tuntutan kepada Pemerintah pada Selasa 18 Agustus 2020, dalam rangka memperingati 75 tahun Kemerdekaan dan Hari Pancasila serta refleksi keprihatinan kebangsaan.

Wabah Corona Diprediksi Masih Lama, Sri Mulyani Longgarkan Kebijakan Defisit APBN Menjadi 5,5 Persen

Menanggapi hal tersebut, Ketua Presidium Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) I Kadek Andre Nuaba mengatakan deklarasi pembentukan KAMI terindikasi bermuatan politis.

“Memang negara menjamin adanya gerakan berkumpul dan berserikat, namun apabila gerakannya digiring menjadi gerakan politis yang ingin mendeligitimasi pemerintah karena perbedaan pilihan politik, itu bisa jadi gerakan inkonstitusional” ungkapnya, Senin (17/8/2020)

Di tengah Indonesia berjuang melawan krisis COVID-19, gerakan yang direncakan KAMI juga dinilai akan memperkeruh situasi negara.

Besok KAMI Ajukan 8 Tuntutan kepada Jokowi di Tugu Proklamasi, Siap Debat dengan Siapapun

“Ada baiknya kita sama-sama berjuang untuk menyelamatkan Indonesia dari pademi COVID-19. Ada banyak dari bagian masyarakat Indonesia sedang membutuhkan bantuan kita bersama” katanya

Selain itu, Andre juga menyayangkan adanya rencana KAMI untuk melakukan pengumpulan massa yang akan dilakukan esok hari (18/82020) di Tugu Proklamasi, Jakarta.

“Penyampaian opini di ruang publik itu sah-sah saja, namun dalam situasi pandemi seperti ini jangan sampai hal tersebut kemudian menjadi catatan hitam di tengah peringatan 75 tahun Indonesia merdeka” sambungnya lagi.

Tergabungnya beberapa tokoh-tokoh penting dalam KAMI dianggap justru akan menjadi sangat produktif apabila disalurkan dalam bentuk gerakan positif yang nyata.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved