Breaking News:

Film

Banyak Link Film Perjuangan Disebar di Aplikasi WhatsApp, Ini Komentar Joko Anwar dan Ernest Prakasa

Belakangan diketahui, penyebar link film perjuangan tersebut adalah pejabat menteri. Menteri tersebut dikabarkan telah meminta maaf.

wallpaperbetter.com
Ilustrasi film. Link film berisi beberapa film perjuangan yang pernah digarap insan film Indonesia, mulai film hitam putih hingga film perjuangan kemerdekaan Indonesia yang terbaru disebarkan lewat aplikasi WhatsApp jelang peringatan 17 Agustus 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebelum peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020), beredar banyak link film di YouTube di aplikasi perbincangan WhatsApp.

Link film itu berisi beberapa film perjuangan yang pernah digarap insan film Indonesia, mulai film hitam putih hingga film perjuangan kemerdekaan Indonesia yang terbaru.

Belakangan diketahui, penyebar link film perjuangan tersebut adalah pejabat menteri. Menteri tersebut dikabarkan telah meminta maaf.

Film Tema Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Dari Janur Kuning, Serangan Fajar Sampai Soegija

Jika Belum Nonton di Bioskop, RCTI Putarkan Perdana Film Bumi Manusia di Layar Kaca Senin Sore Ini

Sutradara Joko Anwar sampai berkicau di akun Twitternya.

"Apakah benar ada seorang menteri @jokowi membagi-bagikan link film-film Indonesia di Youtube yang di-upload secara ilegal?" kicau Joko Anwar di akun Twitter @jokoanwar, Senin siang.

"Kalau benar, ijinkan saya patah hati dan hilang harapan pemerintah Indonesia serius mendukung atau paham industri kreatif," lanjutnya.

Joko Anwar di peluncuran ponsel Samsung di The Ritz Charlton, Pacific Place, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020).
Joko Anwar di peluncuran ponsel Samsung di The Ritz Charlton, Pacific Place, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Ernest Prakasa, sutradara dan bintang film, juga mengungkapkan hal yang sama seperti Joko Anwar.

Menurut Ernest Prakasa, niat yang dilakukan pejabat menteri tersebut adalah baik dan membagikan link nonton film melalui YouTube.

Apalagi untuk membangkitkan semangat nasionalisme ke masyarakat melalui film perjuangan.

Ernest Prakasa di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).
Ernest Prakasa di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

"Kejadian membagikan link video atau film bajakan itu menunjukkan bahwa literasi hak kekayaan intelektual (HAKI) di Indonesia masih sangat rendah," kata Ernest Prakasa di akun Instagram, Senin.

"Jangankan masyarakat, menteri saja tidak menyadarinya. Kami yang berkarya, apapun bidangnya, harus lebih sabar dalam literasi HAKI," kata Ernest Prakasa.

Deretan Film Perjuangan Pahlawan Rebut Kemerdekaan RI, Ada Janur Kuning Sampai Trilogi Merah Putih

Tayang Eksklusif di Mola TV, Ini Cerita Film Waiting for the Barbarians yang Dibintangi Johnny Depp

Menurut Ernest Prakasa, apabila ada yang belum sadar telah melanggar HAKI, si pelaku tidak menyadari bahwa perbuatannya itu salah.

"Kalau melihat ya jangan langsung ngegas. Kita sebagai pelaku industri kreatif, sebaiknya memberikan edukasi bahwa film nggak bisa di upload di YouTube karena itu melanggar HAKI," kata Ernest Prakasa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved