Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak di Korea Selatan, Presiden Menuding Sekte Gereja Kristen Sebagai Biangkerok

Kasus harian covid-19 tiba-tiba melonjak ke jumlah 279, dengan pusat infeksi terjadi di beberapa gereja,

Penulis: | Editor: Bambang Putranto
AP/scmp.om
Demo anti-pemerintah yang dipelopori sekte gereja Protestan tertentu di Seoul, Korea Selatan 

Wartakotalive, Jakarta - Korea Selatan mengalami lonjakan kasus infeksi virus corona dalam beberapa hari terakhir ini, sehingga pemerintah menerapkan kembali aturan ketat, termasuk penutupan restoran, tempat kebugaran, sekolah, di kawasan Ibu Kota Seoul.

Kasus infeksi dalam 24 jam terakhir yang diumumkan pada Minggu, 16 Agustus 2020, yang dikutip scmp.com, sebanyak 279.

Sehari sebelumnya, Sabtu, ditemukan 166 kasus, yang merupakan lonjakan tertinggi harian sejak 11 Mei lalu.

Jumlah itu tergolong lonjakan luar biasa, mengingat temuan kasus harian sejak awal bulan ini hanya 20-40.

Dengan tambahan kasus baru tersebut, Korsel mengalami total kasus sebanyak 15.318, dengan kematian sebanyak 305.

Lonjakan kasus juga terjadi di sejumlah kota besar lainnya seperti Busan dan Daegu, yang pada Februari dan Maret lalu menjadi pusat penyebaran infeksi covid-19.

Peningkatan pesat penderita covid-19 itu membuat pemerintah menerapkan kembali aturan ketat di Ibu Kota Seoul mulai hari ini selama dua minggu.

Aturan tersebut mencakup antara lain, larangan berkumpul lebih dari 50 orang di dalam ruang tertutup.

Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Seoul, Korea Selatan
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Seoul, Korea Selatan (AP/scmp.om)

Restoran, pusat kebugaran, sekolah, kafe, dan lainnya juga harus tutup.

"Persebaran covid-19 di metropolitan Seoul sangat mengkhawatirkan," kata Perdana Menteri Chung Sye-kyun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved