Breaking News:

Loksem di Jakarta Pusat Bakal Dibatasi Selama 9 Tahun, Setelah Itu Harus Ganti Pedagang

Kata Irwandi, meski tidak ada aturan yang tertuang akan batas waktu penghuni loksem, pihaknya akan segera melakukan evaluasi.

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Lokasi loksem JP 15 Jati Baru, Jakarta Pusat yang akan dibongkar oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020). 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi akan memberikan batas waktu maksimal pedagang lokasi sementara (loksem) hingga 9 tahun.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya sewa menyewa lapak loksem.

Menurut Irwandi, rencana ini sekaligus evaluasi 55 loksem yang ada di Jakarta Pusat.

KRONOLOGI Nawawi Pomolango Cekcok dengan Mumtaz Rais Versi KPK, Bawa-bawa Wakil Ketua Komisi III DPR

Sebab, banyak penghuni loksem hampir belasan hingga puluhan tahun menempati loksem itu.

"Jadi banyak yang udah puluhan tahun, jadi wajar dong harusnya gantian sama yang lain."

"Enggak boleh lagi lama, harus gantian sama yang lain," kata Irwandi, Sabtu (15/8/2020).

Minta Insiden Nawawi Pomolango dengan Mumtaz Rais Tak Diperpanjang, PAN: Sayang Uang Negara

Kata Irwandi, meski tidak ada aturan yang tertuang akan batas waktu penghuni loksem, pihaknya akan segera melakukan evaluasi.

Sebab, faktanya banyak penghuni loksem merasa loksem tersebut sudah jadi miliknya.

Padahal, menurut Irwandi, loksem diperuntukkan bagi para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya, namun terkendala tempat.

INI Tiga Klaster Kasus Djoko Tjandra, Dimulai dari Tahun 2008

Sehingga, mereka bisa memanfaatkan loksem-loksem itu. Namun, nyatanya di lapangan banyak yang tidak ingin pindah.

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved