Breaking News:

Ekonomi Nasional

Wabah Corona Diprediksi Masih Lama, Sri Mulyani Longgarkan Kebijakan Defisit APBN Menjadi 5,5 Persen

Kementerian Keuangan menyatakan, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan defisit APBN 2021 menjadi 5,5 persen.

Editor: Feryanto Hadi
youtube
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Tahun 2020, APBN telah diubah dengan defisit sebesar 5,07% PDB dan kemudian meningkat lagi menjadi 6,34% PDB.

Pelebaran defisit dilakukan mengingat kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan dan perekonomian meningkat pada saat pendapatan negara mengalami penurunan.

Hadirin yang saya muliakan,

Saat ini kita juga harus fokus mempersiapkan diri menghadapi tahun 2021.

Ketidakpastian global maupun domestik masih akan terjadi.

Program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang.

Ananda Putri Cikalya Diarak Keliling Kampung saat Terpilih sebagai Personel Trio Macan

Kebijakan relaksasi defisit melebihi 3% dari PDB masih diperlukan, dengan tetap menjaga kehati-hatian, kredibilitas, dan kesinambungan fiskal.

Rancangan kebijakan APBN 2021 diarahkan untuk pertama mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Kedua, mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing ekonomi.

Ketiga, mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital; serta keempat, pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved