Breaking News:

Ekonomi Nasional

Wabah Corona Diprediksi Masih Lama, Sri Mulyani Longgarkan Kebijakan Defisit APBN Menjadi 5,5 Persen

Kementerian Keuangan menyatakan, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan defisit APBN 2021 menjadi 5,5 persen.

Editor: Feryanto Hadi
youtube
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Jokowi optimistis ekonomi Indonesia alami lompatan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato terkait RUU APBN tahun anggaran 2021 dan nota keuangan, di rapat paripurna DPR, Jumat (14/8/2020).

Berikut ini isi lengkap pidato Jokowi:

Pandemi Covid-19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan di abad ini yang berimbas
pada semua lini kehidupan manusia.

Berawal dari masalah kesehatan, dampak pandemi Covid-19 telah meluas ke masalah sosial, ekonomi, bahkan ke sektor keuangan.

Penanganan yang luar biasa telah dilakukan oleh banyak negara, terutama melalui stimulus fiskal.

Terbukti Sebarkan Hoaks Jakarta Jadi Zona Hitam Covid-19, Ferdinand Hutahaen Hapus Cuitan

Jerman mengalokasikan stimulus fiskal sebesar 24,8% PDB-nya, namun pertumbuhannya terkontraksi minus 11,7% di kuartal kedua 2020.

Amerika Serikat mengalokasikan 13,6% PDB, namun pertumbuhan ekonominya minus 9,5%.

Cina mengalokasikan stimulus 6,2% PDB, dan telah kembali tumbuh positif 3,2% di kuartal kedua, namun tumbuh minus 6,8% di kuartal sebelumnya.

Kita pun melakukan langkah yang luar biasa. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020 antara lain memberi relaksasi defisit APBN dapat diperlebar di atas 3% selama tiga tahun.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved