Breaking News:

Prostitusi Online

Bikin Usaha Porno, Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Manajemen Diringkus Polisi

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, dua mahasiswa membuat usaha prostitusi online sejak Agustus 2019.

Humas Polres Metro Jakarta Barat
Dua dari tiga pelaku prostitusi online berstatus mahasiswa diamankan polisi Senin (10/8/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Dua dari pelaku prostitusi online merupakan mahasiswa. Satu mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi dan satu mahasiswa Manajemen.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, keduanya membuat usaha prostitusi online sejak Agustus 2019.

"Satu pelaku merupakan mahasiswa Manajemen dan satu pelaku mahasiswa Ilmu Komunikasi," jelas Arsya yang enggan sebutkan nama universitas pelaku, Jumat (14/8/2020).

Arsya mengatakan bahwa awalnya para pelaku memang sudah tergabung dalam grup-grup prostitusi online.

Hingga akhirnya di bulan Agustus 2019, ketiga pelaku berinisial P, DW, RS memutuskan untuk membuat sendiri grup prostitusi.

Mereka memasarkan grup mereka lewat media sosial twitter. Di lini massa itu, mereka mempromosikan link grup berbayar atau memasang iklan mencari talent untuk live show pornografi.

"Nah kalau jadi talent enggak ada syaratnya yang penting berani atau enggak," papar Arsya.

Di grup itu Arsya menduga banyak talent di bawah umur. Misalnya saja seorang gadis 14 tahun yang berhasil diungkap polisi.

Para tersangka membujuk gadis-gadis belia itu dengan kasih sayang berupa uang. Dimana ketika mereka beraksi, para gadis-gadis belia itu dapat Rp50 ribu sekali show dari satu penonton.

Sementara para pelaku mendapatkan uang jasa sebesar Rp100 ribu persatu penonton persekali show.

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved