Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Korban PHK Tangerang Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Kebun Buah Sayur Serta Budidaya Ikan

Pantauan Warta Kota di lokasi, lahan luas itu berada di Desa Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Persisnya berdekatan dengan kawasan

Warta Kota/Andika Panduwinata
Korban PHK memanfaatkan lahan kosong milik gereja Katolik dijadikan lahan perkebunana dan budidaya ikan. 

WARTA KOTA, PASAR KEMIS - Selama pandemi seperti ini, banyak sejumlah buruh menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Terlebih di wilayah Tangerang yang menjadi daerah seribu industri ini.

Namun para korban PHK di Tangerang mulai bangkit dari keterpurukan. Mereka mencoba produktif dalam bidang lain yakni bertani.

Lahan tidur seluas 1,4 hektar dimanfaatkan olehnya sebagai sarana bercocok tanam. Tanah ini dikelola oleh Romo Warno selaku pengurus Gereja Katolik di wilayah Tangerang.

Pantauan Warta Kota di lokasi, lahan luas itu berada di Desa Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Persisnya berdekatan dengan kawasan industri dikelilingi pabrik - pabrik.

Bahkan area mukanya seperti pabrik. Di depan halaman terdapat pintu gerbang berdiri menjulang berwarna biru.

Memasuki area ini diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Pengunjung diwajibkan memakai masker, dicek suhu tubuh dan mencuci tangan.

Setelah masuk gerbang, hamparan sejumlah tanaman pun sedap dipandang. Banyak jenis - jenis tamaman di tempat ini.

Mulai dari sayur mayur hingga buah - buahan. Budidaya ikan pun tersedia di lokasi ini.

"Lahan ini dijadikan untuk bertani selama masa pandemi," ujar Selamet pengurus kebun saat dijumpai Warta Kota di lokasi, Kamis (13/8/2020).

Ia menjelaskan tadinya tanah yang luas itu tak terurus. Banyak ilalang tumbuh tinggi dan kondisinya menyeramkan.

"Tadinya lahan ini untuk pembangunan gereja. Tapi karena proses pembangunan belum terealisasi makanya dijadikan untuk bertani," ucapnya.

Selamet menyebut tanah itu disulap menjadi kebut pada medio Maret 2020. Di saat virus corona mulai merebak.

"Banyak yang terdampak. Contohnya kami ini para buruh. Ada yang terkena PHK dan ada yang dirumahkan. Makanya diizinkan untuk bertani di sini," kata Selamet. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved